1 Persebaya vs Persibo 2 : Noda Indah di Surabaya

Persebaya memang tim yang kuat. Tapi, sebagai tim, kami harus terus berusaha selama pertandingan masih berjalan. Yang terpenting, kami tidak boleh sia-siakan peluang. Ini gol untuk Boromania (suporter Persibo)” – Varney Pas Boakay

Persibo Bojonegoro unjuk gigi. Tim polesan Gusnul Yakin itu melumat tim bertabur bintang Persebaya Surabaya pada laga pembuka kompetisi divisi utama tadi malam di Gelora 10 Nopember Surabaya.

Kemenangan Persibo itu terasa istimewa karena Iswandi Da’i dkk harus bermain dengan sepuluh orang setelah gelandang Morrys P. diganjar kartu merah tidak langsung di babak kedua.

Raihan tiga angka dari kandang tim berjuluk Green Force itu disambut gembira pengurus tim Persibo. Gaji pemain yang belum cair, dijanjikan dikucurkan hari ini. “Bagaimana pun juga, perjuangan para pemain harus diberi apresiasi,” kata Asisten Manajer Bidang Teknis Persibo Imam Sardjono seusai pertandingan tadi malam.

Menurut dia, dana untuk membayar gaji pemain Persibo hasil talangan dari pengurus. Sebab, dana dari KONI belum cair. Sardjono mengaku tak bisa berkomentar banyak melihat hasil yang dipetik tim berkostum kebesaran oranye tersebut. Sebab, para pemain harus menjalani pertandingan berat setelah hanya bermain sepuluh pemain sejak menit ke-51.

“Saya tidak bisa ngomong banyak. Ini luar biasa mengalahkan tim besar di kandangnya dengan sepuluh pemain,” katanya.

Selama 90 menit pertandingan tadi malam, Persibo lebih banyak mengandalkan serangan balik. Itu dilakukan karena tim tuan rumah memperagakan permainan menyerang secara bergelombang. Namun, di menit-menit awal, tim polesan Gusnul Yakin ini mampu mempressing ketat pemain Persebaya. Bahkan, striker Varney Pas Boakai berhasil mencuri gol ketika pertandingan baru berjalan tiga menit. Gol itu tercipta berkat kecepatan striker bernomor tujuh tersebut dalam menyerobot bola yang sebenarnya bisa diamankan Mat Halil.

Tim tuan rumah yang tak ingin malu di kandang sendiri berusaha menyamakan kedudukan. Pemain belakang Persibo pun harus bekerja keras menahan gempuran lawan. Namun, keterlambatan Morrys dalam membaca pergerakan Purwanto akhirnya membuahkan gol bagi Persebaya. Tandukan terarah ke pojok gawang yang dilakukan mantan striker Persela di menit ke-29 tak mampu ditepis penjaga gawang Persibo Dwi Nugrananta.

Pada babak kedua, Persebaya tetap memainkan permainan menyerang dengan tempo tinggi. Beberapa pemain tim asal Kota Pahlawan itu juga mencoba “memprovokasi” pemain Persibo. Strategi itu membuahkan hasil ketika Morrys yang sudah terkena kartu kuning di babak pertama, diusir wasit di menit ke-51. Praktis sejak saat itu, Persibo harus bermain dengan sepuluh orang.

Namun, tim kebanggaan warga Kota Ledre ini tak patah arang. Mereka memperkuat barisan pertahanan dan berusaha mencari celah untuk melancarkan serangan balik. Striker Varney akhirnya menjadi pahlawan tim. Dia menciptakan gol kembali di menit ke-80 melalui tendangan keras dari luar kota penalti. Tendangan yang sempat menyentuh badan pemain belakang Persebaya itu tak mampu dihalau penjaga gawang Kurnia Sandy.

“Ini luar biasa. Persebaya bermain bagus, tapi anak-anak-anak bermain lebih bagus lagi,” kata pelatih Persibo Gusnul Yakin.

Menurut dia, kedisiplinan pemain dan bermain defense merupakan kunci kemenangan Persibo tadi malam. Gusnul menyayangkan kartu merah diberikan Morrys. Menurut dia, pemain tuan rumah banyak membuat diving hingga membuat keputusan wasit tak obyektif. “Tapi saya bersyukur anak-anak tak terpengaruh,” tuturnya. (ade)
(Sumber : Radar Bojonegoro)