1 Perseman vs Persibo 1 : Penalti Hapus Kemenangan

Meski berhasil memenuhi target mencuri poin saat bertandang ke kandang Perseman Manokwari kemarin (9/8), tim Persibo Bojonegoro merasa belum puas. Sebab, kepemimpinan wasit membuat kemenangan yang sudah ada di depan mata terbuang. Dalam laga itu Persibo dihadiahi penalti hingga akhirnya kedudukan imbang 1-1.

Sejak menit ke-15 babak pertama Persibo sebenarnya sudah unggul 1-0 atas tuan rumah. Gol ini dicetak Fajar Listyantoro memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan yang kemarin dijaga Mukhlis Sahrun. Saat itu, umpan Novan Setya dari sektor sayap membuat kemelut di depan gawang tuan rumah. Bola liar itu disambar oleh Fajar dengan tendangan keras dan gagal ditangkal kiper Mukhlis Sahrun.

Dalam pertandingan tersebut kedua tim memeragakan pola menyerang. Sehingga, pertandingan berlangsung menarik. Tarena tak ingin malu di kandang, Rahel Tuasalamony dan kawan-kawan tak jarang menekan jantung pertahanan Persibo. Namun, sampai berakhirnya babak pertama kedudukan tetap 1-0 untuk keunggulan Persibo.

Memasuki babak kedua permainan mulai cenderung keras. Tuan rumah yang ingin menyamakan kedudukan dan Persibo yang ingin mempertahankan keunggulan membuat para pemain tampil all out. Namun, kepemimpinan wasit yang berat sebelah membuat tim Persibo selalu dirugikan.

Puncaknya, pada menit ke-53 saat pemain depan Perseman membawa bola di area kotak 16, pemain belakang Persibo berusaha membuang bola dengan melakukan sliding tackle. Meski sliding itu mengenai bola, wasit menunjuk titik putih dan menyatakan Persibo dihukum penalti.

Kubu Persibo pun protes. Permainan sempat terhenti karena protes keras ofisial Persibo mengalir ke meja inspektur pertandingan. Namun, wasit kukuh pada keputusan semula.

Ronald Pangkali, mantan pemain Persibo era divisi I, yang menjadi algojo sukses melesakkan bola ke gawang Persibo yang kemarin dijaga Dwi Adi. Gol ini sekaligus mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1. Sampai berakhirnya pertandingan, kedudukan bertahan imbang 1-1.

Pelatih Persibo Gusnul Yakin saat dihubungi wartawan koran ini menuturkan bahwa timnya dikerjai habis-habisan oleh wasit. “Masak lemparan dalam saja sudah nggak adil,” katanya.

Puncaknya, lanjut Gunsul, saat hukuman penalti diberikan. Menurut dia, sliding tackle yang dilakukan pemainnya cukup bersih. Namun, tambah dia, wasit menunjuk titik putih. “Sebenarnya kemenangan sudah di depan mata,” ujarnya.

Meski demikian, mantan pemain Arema Malang itu menilai hasil imbang tersebut sudah merupakan sesuatu yang luar biasa. Dia mengatakan, para pemain telah menunjukkan permainan yang luar biasa dengan kerja kerasnya.

“Meski seri, ini luar biasa dan kita patut bersyukur, kalah, gagal, dikerjai wasit,” tambahnya. (ade)
(Sumber : Radar Bojonegoro)