1 Persibo v Persik 1 : Rusuh, Persik Tersingkir

Kejutan besar terjadi di pentas Copa Indonesia. Juara Liga Indonesia 2006 Persik Kediri terpental di babak 64 besar setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan klub divisi satu Persibo Bojonegoro di Stadion Letjend Soedirman Bojonegoro kemarin. Persik kalah gol away karena pada laga pertama di kandang sendiri bermain imbang 2-2.

Laga itu sendiri tidak berakhir dalam waktu normal. Pertandingan dihentikan pada menit ke-83 karena situasi yang tidak terkendali. Wasit Jumadi Efendi dari Malang menghentikan pertandingan setelah asisten wasit Winarno dipukul oleh pelatih kiper Persibo Dedi. Insiden itu memancing emosi penonton. Suasana pertandingan pun semakin tak terkendali. Bentrok antarsuporter tidak terhindarkan.

Untuk memutuskan status pertandingan, kedua tim melakukan pertemuan dengan pengawas pertandingan. Hasilnya, diputuskan bahwa sisa tujuh menit pertandingan dianggap tak perlu dilanjutkan.

Sekretaris Umum Persik Barnadi mengaku pasrah dengan keputusan tersebut. Sebab, aturan PSSI memang menyebutkan hal tersebut. “Keputusan itu mengacu kepada peraturan di PSSI,” kata Barnadi.

Sejak awal, pertandingan itu berlangsung dalam tempo tinggi. Atmosfir pun panas karena kedua tim masih memiliki kesempatan lolos ke babak selanjutnya. Hingga akhir babak pertama, pertandingan masih lancar.

Memasuki babak kedua, tensi permainan semakin memanas. Apalagi, Persibo mencetak gol lewat striker Ali Usman pada menit ke-46. Tujuh menit berselang, Persik menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas Danilo Fernando.

Setelah itu, suhu pertandingan semakin memanas. Persik bahkan harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Zaenuri mendapatkan kartu kuning kedua pada menit ke-73. Kartu itu dikeluarkan wasit karena Zaenuri melakukan takling keras kepada pemain Persibo Samsul Arif.

Memasuki menit ke-80, terjadi insiden di depan gawang Persibo. Berawal dari tergeletaknya kiper Persibo Saefudin. Kubu Persibo menganggap kipernya sengaja ditendang oleh pemain Persik Ronald Fagundez. Namun, wasit mengabaikan kejadian tersebut. Pertandingan pun tetap berlangsung.

Hal itulah yang memantik emosi ofisial Persibo. Pelatih kiper Persibo Dedi mendatangi asisten wasit Winarno dan kemudian memukulnya. Pelatih Persibo Gusnul Yakin mengatakan asistennya tidak bisa menahan emosi karena merasa kecewa dengan kepemimpinan wasit yang cenderung memihak Persik. “Kami lebih banyak dirugikan,” katanya. Di babak 32 besar, Persibo bakal bertemu klub divisi satu lainnya, Gresik United.

Kegagalan kali ini jelas lebih menyakitkan dibanding dua kegagalan sebelumnya di ajang yang sama. Bagi Persik, kegagalan ini adalah hasil terburuk mereka dalam sejarah Copa Indonesia. Pada edisi 2005, Persik sukses menembus semifinal sebelum dihentikan oleh PSMS Medan. Musim lalu, Persik mencapai perempat final yang kemudian juga kalah dari PSMS.(http://indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=288926)

2 Responses to “1 Persibo v Persik 1 : Rusuh, Persik Tersingkir”

  1. dj4br1k
    June 8, 2007 at 7:33 am #

    Persibo is the best, Boomania tahan emosi sapai di Senayan….!!!!!!!!

    [Reply]

  2. novrand
    June 10, 2007 at 4:54 pm #

    Serem juga waktu terjadi kerusuhan. Persibo sebagai perwakilan divisi satu bakalan akan “dikalahkan” oleh PSSI. Dan persik sebagai juara bertahan Liga Indonesia akan “dimenangkan”. Untung saja kekawatiran itu tidak terjadi.

    Hidup persibo !!

    [Reply]

Leave a Reply