1 Persibo vs PSIM 1 : Buang Peluang

Tim Persibo (Bojonegoro/Jatim) ditahan imbang tamunya PSIM Yogyakarta 1-1 dalam Kompetisi Divisi Utama atau Liga Indonesia grup II wilayah timur di Stadion Wilis, Kota Madiun, Jatim, Kamis (14/8).

Seusai pertandingan, sejumlah pendukung Persibo sempat mencegat wasit, karena dianggap berat sebelah. Beruntung, aparat dengan cepat mengamankan wasit dan hakim garis dari kemarahan supporter Persibo yang berada di luar stadion.

Begitu peluit babak pertama ditiup wasit Suwardi asal Bandung sebagai tanda dimulai pertandingan, di menit-menit awal, kedua tim bemain hati-hati. Namun, pada menit ke-7 pertahanan dan penjaga gawang Persibo, Dwi A Nugrahanta sempat dikejukan tendangan keras yang meluncur deras ke arah gawangnya dari kaki Santosa.

Tendangan itu sempat ditangkap penjaga gawang Persibo, sayang bola sempat terlepas dari tangkapan dan nyaris menuju gawang. Berkat kesegapan palang pintu Persibo itu, bola urung berbuah menjadi gol. Setelah itu, Laskar Oranye–julukan bagi Persibo–terus menekan pertahanan PSIM Yogyakarta, tercatat dua peluang emas bagi Persibo hingga menit-21 gagal menjadi gol.

Pada menit-23 serangan balik dari pasukan PSIM Yogyakarta, Maman sekaligus kapten PSIM, memberikan umpan terobosan kepada Fx Harminanto dari arah kanan daerah kotak pinalti Persibo. Bola langsung digiring Fx Harminanto memasuki daerah kotak pinalti, sejurus kemudian tendangan keras meluncur ke arah gawang yang dikawal Dwi A Nugrahanta tanpa dapat ditangkap lagi. Tendangan Harminanto membentur defender Persibo, Morris P Bayour sehingga arahnya berbelok ke gawang.

Begitu tertinggal, 0-1 Laskar Angling Dharma–sebutan lain Persibo–ini terus mengempur pertahanan anak-anak asuk Daniel Rukito. Tercatat tiga peluang emas dari tendangan bebas hanya satu meter dari kotak pinalti diperoleh anak-anak Persibo yang belum memiliki pelatih.

Gencarnya, serangan anak-anak Persibo baru membuahkan hasil menjelang babak pertama berakhir.

Serangan yang dibangun anak-anak Persibo berbuah manis. Gol balasan Persibo tercipta lewat kaki Nur Hidayat pada menit-44, terdangan sudut yang dilakukan oleh Rizal Katehokang dan diteruskan oleh sundulan kepada oleh striker asing Persibo Varney P Bokay yang diteruskan dengan tedangan oleh Nur Hidayat, bola dari tengah di luar kotak pinalti langsung disambar dan menghujam kencang ke kanan gawang PSIM Yogyarkarta yang dikawal Oni Kurniawan. Gegap gempita sekitar 1.000 pendukung Persibo yang memadati tribun timur Stadion Wilis.

Setelah gol balasan tercipta ribuan Boromania sebutan dari suporter Laskar Angling Darma yang hadir distadion Wilis Madiun ini bergemuruh. Dengan terciptanya gol balasan Iswandi Dai dan kawan-kawan terus menekan “The Young Gun” anak asuh mantan pelatih Persik Kediri itu, namun belum membuahkan hasil. Tak ingin malu di depan Boromania (sebutan suporter Persibo), anak asuh Bambang Pramudji ini terus menggempur pertahanan Laskar Mataram. Bahkan, mereka mengurung pertahanan PSIM hingga setengah lapangan.

Hanya saja, Dewi Fortuna belum berpihak pada Persibo. Hingga wasit Suwardi dari Rembang meniupkan tanda pertandingan usai, kedudukkan tetap imbang 1-1. Dalam pertadingan ini wasit hanya mengeluarkan satu kartu kuning yang diberikan pada pemain PSIM Jogjakarta Bayu Andra setelah melakukan pelanggaran keras.

“Pemain kami terpancing dengan permainan lawan yang cenderung bertahan. Pertadingan ini adalah pertadingan yang terburuk diabndingkan dengan sebelumnya,” kata asisten Pelatih Persibo Bambang Pamuji usai pertandingan.

Pelatih PSIM Yogyakarta Daniel Rukito mengaku puas atas hasil yang diraih anak asuhnya. “Saya sangat berterima kasih kepada anak-anak tergolong hijau dan muda, mampu melayani permainan pemain yang syarat pengalaman. Ini berarti anak-anak dapat satu point dalam laga tandang ini,” ujarnya.

Lain lagi, asisten pelatih Persibo Bambang Pramuji mengaku seharusnya sejumlah peluang emas dapat berubah menjadi gol, jika dalam penyelesaian akhir tidak tergesa-gesa. “Kami dari sisi materi pemain memang lebih unggul, saya tidak puas atas permainan anak-anak mungkin menganggap sepele lawan dianggap masih mentah,” ujarnya. (AG/OL-03)
(Sumber : MediaIndonesia)