2 Persema vs Persibo 1 : Pulang tanpa Poin

Sebelum melakoni laga melawan Persema Malang, manajemen Persibo Bojonegoro memasang target tinggi. Mereka mematok kemenangan bagi tim kebanggaan warga Kota Ledre ini. Namun, alih-alih bisa menang, seri saja Persibo tak mampu.

Pada laga yang digelar di Stadio Gajahyana Malang kemarin sore (28/10), tim polesan Sanusi Rahman itu harus pulang dengan kepala tertunduk. Mereka harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-1 dalam laga lanjutan kompetisi divisi utama.

Persibo bahkan harus tertinggal dua gol ketika turun minum. Dua gol tim tuan rumah dilesakkan striker asingnya Christian Lenglolo pada menit ke-16 dan 32. Satu-satunya gol balasan Persibo dicetak Iswandi Da’i pada menit ke-64.

Persema yang tampil di hadapan publiknya tak ingin menuai malu. Tim polesan Subangkit itu menerapkan pola menyerang sejak menit-menit awal babak pertama. Beberapa kali aksi Supaham dkk sempat mengancam gawang Persibo Bojonegoro yang kemarin dijaga Heri Prasetyo.

Pada menit ke-16, tuan rumah mendapatkan hadiah tendangan penjuru. Bola yang diumpankan ke depan gawang Persibo mampu dimanfaatkan Lenglolo dengan baik.

Tertinggal satu gol, pemain Persibo mencoba bangkit. Mereka melayani permainan menyerang yang diperagakan Persema. Namun, upaya untuk menyamakan kedudukan gagal. Persibo justru kebobolan kembali pada menit ke-32. Dan Lenglolo yang kembali menggetarkan jala gawang Heri. Gol kedua ini lahir setelah Lenglolo melakukan aksi solo run, melewati empat pemain Persibo sekaligus.

Setelah itu, pelatih Sanusi Rahman mencoba melakukan perubahan dengan menarik keluar Fadly Sanusi satu menit menjelang turun minum. Dia digantikan Morrys A.P Bayour.

Memasuki babak kedua, Persema yang sudah unggul mengendurkan serangan. Kesempatan ini dimanfaatkan Persibo untuk menekan lawan. Serangan yang dibangun tim jawara divisi I ini akhirnya membuahkan hasil setelah Iswandi mencetak gol pada menit ke-64.

Setelah itu, Persibo berusaha menambah gol lagi untuk menyamakan kedudukan. Namun, di pertengahan babak kedua striker Syamsul Arief mengalami cedera. Dia pun digantikan Agusmanto.

Menjelang bubaran, gawang Persibo sempat dua kali terancam melalui aksi Bima Sakti. Namun, ketenangan Heri membuat gawangnya tak kebobolan lebih banyak.

“Kami hanya kurang beruntung,” kata pelatih Persibo Sanusi Rahman berasalan.

Pelatih yang akrab disapa Uci itu menjelaskan, baik Persibo maupun Persema sama-sama mempunyai peluang banyak. Namun, tim tuan rumah lebih beruntung karena mampu memaksimalkan peluang menjadi gol. “Ya itu tadi, kita kurang beruntung,” ulangnya.

Sementara itu, manajemen Persibo juga tak terlalu kecewa dengan kekalahan tersebut. “Kalau kalah 2-1 ya masih wajar, meski kita ingin menang,” kata Manajer Persibo Letkol Inf Dadang Hendrayudha.

Dia menjelaskan, kalah dengan skor tipis di kandang lawan merupakan sesuatu yang cukup menggembirakan. “Tapi tugas di pertandingan selanjutnya menjadi lebih berat dan itu perlu kerja keras semua. Bukan hanya tim, tapi pemain, pelatih dan manajemen, serta dukungan masyarakat,” katanya.

Jika manajemen tim tak terlalu kecewa, maka lain halnya dengan kelompok suporter Boromania. Kekalahan tersebut menjadikan luka mereka semakin menganga. Kelompok suporter ini kembali menyerukan agar Uci dipecat. “Kita sudah ngomong berulang-ulang untuk segera ada perubahan,” kata Jasmo Priyanto, ketua harian Boromania.

Menurut dia, kekalahan 2-1 atas Persema merupakan bukti tambahan yang memperkuat argumen bahwa Persibo perlu ganti pelatih. Yayak, dirijen dari Boromania, menambahkan, tuntutan pergantian pelatih tidak bisa ditawar lagi. “Ini sudah merupakan kebutuhan jika tidak Persibo akan degradasi,” katanya.

Sebelumnya, Boromania pernah menuntut agar Uci mundur. Bahkan, mereka mengancam akan melakukan demo. Namun, ancaman itu ternyata hanya gertakan. Tak ada demo penuntutan Uci lengser dari kursinya. (ade)
(Sumber : Radar Bojonegoro)