Gol Tunggal Wahyu Teguh Menangkan Persibo
Pertandingan menarik terjadi di Stadion Letjen H Soedirman, Bojonegoro malam ini. Dan akhirnya tuan rumah berhasil menekuk tim tamu dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal Laskar Angling Dharmo dicetak oleh Wahyu Teguh di menit 73. Gol ini merupakan hasil kolaborasi dengan Samsul Arif yang mendapat bola dari sayap kiri.
Pertandingan yang digelar malam hari di Stadion Letjen H Soedirman memang dipenuhi oleh pendukung Persibo, Boromania. Hampir seluruh sisi luar pagar pembatas lapangan dengan tribun penonton disesaki oleh pendukung Persibo yang tak kebagian tempat.
Sayangnya, dalam laga ini Wasit Saripudin banyak mengeluarkan kartu kuning. Bahkan, satu pemain Persija, Rinto Ali, harus dikartu merah karena akumulasi dua kartu kuning. Sedangkan pemain Persija lainnya yang kena kartu kuning adalah Hamdi Ramdan, Tito Purnomo, dan Diego Michiel. Sedangkan dari Persibo diberikan kepada Wahyu Teguh yang mencopot jerseynya usai mencetak gol.
Jalannya pertandingan itu sendiri berlangsung cukup menarik hingga babak kedua berakhir. Bahkan Persija sudah mengancam sejak menit-menit awal. Di menit 2 kerja sama sayap Sansan dengan Diego Michiel berhasil dijinakkan oleh penjaga gawang Persibo Fauzi Toldo. Persija banyak mengandalkan serangan sayap kiri kolaborasi Hendra Bayaw, Sansan, dan Diego.
Di menit 14 sempat terjadi kemelut di depan gawang Persija. Jairon yang sudah di depan gawang mendapat umpan sepak pojok. Tapi bola berhasil diselamatkan penjaga gawang Persija Adriansyah.
Kemudian tendangan keras Jairon menit 20 hasil umpan Samsul Arif berhasil dijinakkan Adriansyah. Sayangnya, koordinasi pemain tengah Persibo kurang rancak. Lexe Anderson kerap melakukan umpan salah umpan kepada rekan-rekannya.
Hanya saja Persibo lebih dominan dalam serangan sayap kanan. Kerja sama Aulia Tri Hartanto dan Bijahlil Calwa cukup merepotkan barisan belakang Macan Kemayoran, julukan Persija. Sedangkan ancaman Persija juga datang dari Danilo Fernando di menit 33 tapi berhasil ditepis kiper Toldo. Demikian pula dengan tuan rumah. Tendangan Samsul Arif di luar kotak 16 tipis pinggir kiri gawang Persija. Hingga babak pertama berakhir skor masih 0-0.
Di menit 49 tendangan bebas dari Mekan Nasirov berhasil ditangkap penjaga gawang Persija. Sementara, tak lama kemudian, tendangan Samsul Arif masih berhasil ditepis oleh kiper tim tamu. Demikian pula kerja sama yang rancak Jairon dan Samsul Arif yang menyandang ban kapten masih gagal diselesaikan di menit 63. Sementara, serangan balik Persija berhasil digagalkan oleh Aang Suparman.
Di menit 73 terjadilah gol yang ditunggu-tunggu oleh pendukung Persibo. Kerja sama rancak Samsul Arif dengan Wahyu Teguh di sayap kiri berhasil mengecoh kiper Adriansyah. Bol yang mengalir menyentuh tiang gawang sebelum masuk ke jaring. 1-0 untuk Persibo.
Beberapa menit sebelum berakhir pertandingan, di menit 80, Rinto Ali harus diusir wasit karena melakukan pelanggaran. Sebelumnya ia terkena kartu kuning pertama. Hilangnya Rinto Ali membuat Persija tampil timpang. Mereka akhirnya tak bisa menyamakan kedudukan hingga akhir pertandingan.(Rizki Daniarto)
Susunan Pemain
Persibo: Fauzi Toldo (g), Leke Anderson, Aang Suparman, Aulia Tri Hartanto/ Edy Sibung Sukamto (66’), Hari Syahputra, Mekan Nasirov, Novan Setia, Jajang Paliama, Bijahil Calwa/ Wahyu Teguh (46’), Samsul Arif (c), Jairon Feliciano/ Syahroni (92)
Cadangan: Aditya Harlan, Sigit Meko, Wahyudi Hidayat, Edy Sibung Sukamto, Syahroni, Wahyu Teguh, Didik Tri
Pelatih: Paolo Camargo
Persija: Adriansyah (g), Hamdi Ramdan, Tito Purnomo, Chairil Rivan/ Liswanto (83’), Ferdi Mose/ Sedek Sanaki (77’), Danilo Fernando (c), Arfan Ari Wijaya, Diego Robby Michiel, Rinto Ali, Hendra Adi Bayaw/ Cornelis Gedi (86’), Sansan Fauzi
Cadangan: Aleksander Vtrski, Liswanto, Ahmad Arbain, Cornelis Gedi, Sedek Sanaki, Ahman Sopian
Pelatih: Jaya Hartono
(LP.co.id)
Berita terkait:
- Persibo Naik Ke Puncak Klasemen Sementara
pertamaxx
[Reply]
masuk liga champions asia ngene ki …wis siap berangkat ke korea
[Reply]
mek KOREKSI aja…
1.lexe n jajang mantap..disiplin,JAIRON kari nguntal ga incer,.MEKAN mati,slalu slh umpan
2.suporter tooop…knp YAYA’ slalu bgtu,mosok kalah karo mr.black….salut buat POCONGnya,mgkn besuk NAGA lbh garang booss..
3.smakin hari smakin sregep aja kang admint…suwun update nya,d tggu terobosan terbarunya
[Reply]
wingi seneng ndelok nang tv, main e apik.. cuman suporter e ga enek lagu liane selain misuh2? mesti lagune ga adoh2 soko persebaya / persela… provokatif terus, kreatif ngawe yel2 dewe lha…
ojok koyok cah cilik ae.
persibo peringkat 2… mugo2 semen padang kalah karo persija
[Reply]
gak wani ye misuhi jack mania dewe kok gowo2 BONEK???
BUAT AP BONEK
KALO SUDAH BORO
BORO-BONEK BUKAN BOROMANIA
ORANGE NYEL 100%
KITA CUMA SAUDARA DENGAN MEREKA TAK PERLU TERLALU NGAPIK I APALAGI HARUS JADI MEREKA PAS NDELOK PERSIBO
ISIN2 NI KOYOK GA DUWE KLAMBI KEBANGGAAN
BUAT YANG MASANG SPANDUK BONEK KEMAREN CEK ULANG KADAR JIWA BOROMANIA MU
[Reply]
setuju 100persen kang….kalo mo jd diri sendiri g usah niru2.opo maneh nggae atribute wong liyo..blh baik pd mrka tp g usah jd mereka.ada yg blg boromania liar.jjr dlm htku g se-7.tp knyataane ngunu.tlg tmen2 boromania ojo misuh.jdilah boromania yg cinta damai.
[Reply]
jadwal,hasil dan klasemennya gk jlas,tutup ae websit-nya
[Reply]
sebagai pecinta Persibo dan sering ngikuti perkembangannya, ada pertanyaan besar yg sulit di jawab, mungkin Pengurus dan jajaran pelatih musti mendengar kita yg cinta Persibo :
1. Kenapa setiap Laga Tandang selau main buruk dan gak ada greget…….
2. Setiap masuk Live TV main nya monoton seperti demam Lapangan, saya nonton TV gak melihat kegarangan Persibo kala gak disiarin Live…….
3. Pasing-2 nya musti di perhatikan, sering salah paham, dan pemain depan kesannya malas, hanya Syamsul Arief yg lari kesana kemari
4. Dan suporter masih kurang Dewasa dengan yel yel nya yg itu-itu wae, gak kreatif, selalu mengumpat, memojokkan lawan, dan jan gak maju-2, Bikin YEL YEL yg gak perlu memojok kan atau ngledek tamulah, kan tamu harus dihormati
[Reply]
Tragedi Lumpur Lapindo, Awal Mula
Kisruh PSSI
Oleh: Primata Euroasia | 07 February
2012 | 00:36 WIB
Dua sahabat itu akhirnya harus
mengakhiri cerita manis diantara
mereka. Ya, karena tragedi lumpur
Lapindo persahabatan yang dirajut
Nirwan Dermawan Bakrie (NDB)dan
Arifin Panigoro (AP) akhirnya retak.
Sudah lama kedua orang kaya di
Indonesia ini bersahabat, saling
menolong dalam beberapa
kesempatan, terutama pada olahraga
kecintaan mereka, sepakbola. Dari
persahabatan keduanya-lah sepakbola
Indonesia mengalami kejayaan. NDB
dengan pengelolaan liga senior dan
Timnas PSSI, dan AP dengan
pembinaan usia muda melalui liga
Medco, Campina yang tentunya sudah
direstui oleh PSSI saat itu.
Jebolnya pengeboran kilang minyak
milik PT. Lapindo Brantas Inc. di desa
Renokenongo, tak jauh dari sumur
Banjar Panji-1 (BJP-1) yang
mengakibatkan banjir lumpur yang
menggenangi hampir seluruh desa
merusak persahabatan NDB dan AP.
PT. Lapindo Brantas Inc. sendiri
merupakan perusahaan yang
komposisi sahamnya 50% dimiliki oleh
Bakrie grup lewat PT. Energi Mega
Persada, Medco Energi sebesar 38%
lewat PT. Medco E&P Brantas serta
sisanya dimiliki oleh grup Santos. NDB
menganggap AP lari dari tanggung
jawab dengan menjual seluruh
sahamnya saat tragedi lumpur terjadi.
Sedangkan AP beranggapan Bakrie
grup-lah yang harus bertanggung
jawab karena merupakan operator
dan pemegang saham utama.
Rusaknya persahabatan antara NDB
dan AP akhirnya merembet pada
sepakbola. Saat kedudukan NDB mulai
goyah dengan maraknya demo pada
rezim Nurdin Halid, AP muncul
dengan proyek “breakaway leage”,
meniru langkah NDB saat membuat
Galatama dulu. Hingga akhirnya
dengan membonceng gerakan
supporter, AP berhasil mendongkel
NDB dari PSSI.
NDB yang tersingkirkan rupanya tidak
terima. Baru 6 bulan menjabat, Djohar
Arifin, yang sering diidentikkan dengan
“boneka” AP mulai direcoki. NDB
memulai dengan proyek
“pembangkangan” yang menghasilkan
liga tandingan, sama seperti yang
dibuat AP. Kemudian dilanjutkan
dengan pembentukan organisasi
tandingan untuk mengkudeta
kepengurusan PSSI saat ini.
Pertarungan keduanya masih
berlanjut. Tidak mudah menebak
siapa pemenangnya. Ibarat dua gajah
bertarung, para semut yang jadi
korban. Inilah kondisi persepakbolaan
Indonesia saat ini. Ketika dua orang
kaya pecinta bola bertengkar, dengan
dalih ingin memajukan
persepakbolaan Indonesia. Para
supporter dan pemain bola yang jadi
korban, tidak bisa menikmati sistem
kompetisi sepakbola yang kondusif,
yang akan membawa kejayaan
sepakbola Indonesia.
[Reply]