3 Persibo v PSIR 0 : Makin Ketat

Persaingan di papan atas klasemen sementara grup III kompetisi divisi I semakin ketat. Persibo Bojonegoro yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri, kemarin sore memetik kemenangan 3-0 atas tamunya PSIR Rembang di Stadion Letjen H Soedirman.

Kemenangan itu tak hanya membayar lunas kekalahan yang di terima tim berjuluk Laskar Angling Darma ini di putaran pertama lalu. Namun, kemenangan tersebut juga menjadikan poin yang dikumpulkan tim polesan Gusnul Yakin tersebut sama dengan PSIR yang kini melorot ke urutan ke dua klasemen sementara dan Persiba Bantul yang naik ke puncak klasemen. Pada laga kemarin sore, Persiba sukses mencuri satu poin di kandang Mojokerto Putra.

Sejak peluit tanda dimulainya babak pertama di tiup wasit Untung asal Jogjakarta, pemain Persibo berusaha menekan barisan pertahanan PSIR. Tim lawan yang coba memperlamban permainan dengan cara mengulur-ulur waktu. Dalam beberapa kesempatan, wasit terpaksa menghentikan pertandingan karena pemain PSIR terjatuh dan berlama-lama merasa kesakitan di lapangan. Strategi tersebut sempat memancing emosi pemain Persibo. Meski demikian, M Budiana dkk tetap mengendalikan permainan.

Memasuki babak kedua, tensi pemain semakin memanas. Beberapa pelanggaran terjadi di lapangan hijau dan pertandingan kerap terhenti karena ada pemainyang tersungkur di lapangan situasi bertambah memanas ketika pemain asing PSIR Abou Naw di ganjar kartu merah oleh wasit. Kartu itu diberikan wasit karena Abou dianggap memukul striker Persibo Varney Pas Boakai. Meski sempat mendapatkan protes dari para pemain PSIR, wasit tetap bersikukuh pada pendirianya. Melawan sepuluh pemain, Persibo berada di atas angin. Gol yang dinanti-nantikan akirnya terlahir pada menit ke-70. Adalah striker Ali Usman yang berhasil memecah kebuntuan Persibo dalam menciptakan gol.
Ketinggalan satu gol, pemain PSIR semakin gampang terpancing emosinya. Bahkan, pada menit ke-66 striker asing PSIR Ketika Bakari menyusul Abou di usir wasit keluar lapangan. Dia mendapatkan kartu kuning kedua karena dinilai menghadang-hadangi pemain Persibo yang mendapatkan hadiah tendangan bebas di luar kotak penalti. Keputusan wasit ini di protes para pemain PSIR. sempat terjadi keributan kecil di lapangan. Namun, aparat keamanan yang masuk ke lapangan akhirnya mampu meredakan situasi. Pertandinganpun dapat di lanjutkan kembali.

Melihat tim lawan hanya bermain dengan sembilan pemain, pelatih Persibo Gusnul Yakin memasukan striker Roni Irawan di menit ke-72. Dua menit merumput, Roni mampu menggandakan kemenangan Persibo. Tendangan kerasnya memang sempat membentur pemain belakang PSIR, namun si kulit bundar itu akhirnya masuk ke gawang tim tamu.

Unggul dua gol, pemain Persibo tak berpuas diri. Mereka terus mengurung pertahanan lawan. Hasilnya, Roni menutup kemenangan Persibo menjadi 3-0 setelah bola hasil tandukan kepalanya gagal di bendung penjaga gawang lawan.

Gusnul Yakin sesuai pertandingan menyatakan, kemenangan 3-0 atas PSIR merupakan balasan yang setimpal atas kekalahan di Rembang pada putaran pertama lalu. “Ini hasil yang bagus dari kerja keras pemain yang terus menekan sepanjang pertandingan ,” katanya.
Sementara itu, pelatih PSIR soeroso mengakui keungulan Persibo. Menurut dia, anak asuhnya hanya bermain bagus di babak pertama. Namun, pada babak kedua mental bertanding pemain jatuh. “Ya memang ini permainan, seperti ini hasilnya,” katanya sambil berjalan.
(Sumber: Radar Bojonegoro / http://www.bojonegoro.go.id/baru/index.php?pModule=info_olahraga&pSub=detail&pAct=view&id=83).