Baru Dikembalikan Rp 500 Juta

Raibnya Dana Persibo Rp. 2 Milyar
Walaupun batas akhir pengembalian dana pemenuhan petunjuk Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah berakhir 1,5 bulan lalu, namun dana Persibo Bojonegoro yang raib belum juga terkumpul semuanya.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Selasa (13/10/2009) menyebutkan, sejauh ini baru ada dua orang yang menyetor ke Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset (DPPKA).

Dua orang yang dimaksud adalah Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro H Tamam Syaifuddin dan Wakil Ketua DPRD Maksum Amin yang keduanya saat ini tidak lagi menjabat di gedung wakil rakyat tersebut. Total dana yang sudah dikembalikan sekitar Rp 500 juta atau masih jauh dari total dana yang dianggap tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh BPK sejumlah Rp 2 miliar.

Hal itu juga dibenarkan oleh Kepala DPPKA Pemkab Bojonegoro, Heri Sujarwo. Menurutnya, Tamam dan Maksum telah mengembalikan beberapa waktu lalu, atau tepatnya saat batas akhir pemenuhan petunjuk BPK berakhir. “Yang belum mengembalikan masih cukup banyak dan itu terdiri dari beberapa orang,” katanya.

Didesak siapa nama-nama orang yang belum mengembalikan dana dari APBD Pemkab Bojonegoro tersebut, Heri mengaku secara detailnya lupa. “Pastinya banyak yang belum mengembalikan dan sejauh ini kami tidak henti-hentinya melakukan penagihan,” tambahnya.

Ditanya mengenai kelanjutan masalah ini, Pemkab Bojonegoro telah menyerahkan sepenuhnya kepada BPK. APakah nantinya akan dibawa ke jalur hukum, maksudnya diteruskan pasca pengembalian belum lengkap, atau ada petunjuk lain. “Sampai saat ini kami masih menunggu petunjuk itu. Yang jelas, belum ada tindakan kelanjutannya,” sambungnya.

Dijelaskan, walaupun sambil menunggu petunjuk dari pusat, pihaknya tak akan henti-hentinya menagih kepada mereka yang harus mengembalikan uang tersebut. “Kita kan juru tagih, sehingga setiap waktu akan tetap mengingatkan mereka,” lanjutnya.

Seperti diketahui, dana pencairan tahap pertama Persibo Bojonegoro yang bermasalah itu adalah Rp 5 miliar. Namun dalam penggunaannya manajemen hanya merealisasikan Rp 3 miliar, sedangkan sisanya Rp 2 miliar diminta kembali oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

Jumlah total dana Persibo untuk kompetisi devisi utama dan copa Indonesia tahun lalu adalah Rp 12,5 miliar. Dana tersebut dicairkan dalam beberapa tahap, diantaranya tahap pertama Rp 5 miliar, tahap kedua Rp 3 miliar, tahap ketiga Rp 3 miliar dan tahap terakhir atau keempat Rp 1,5 miliar. (dul/kun/bjc)