Bela Sartono, Manajemen Tak Takut PSSI

Surat pemanggilan kepada pelatih Persibo Bojonegoro, Sartono Anwar, saat ini sudah diterima oleh manajemen Laskar Angling Darma. Surat dikirimkan oleh PSSI melalui Satgas Anti Suap. Menanggapi surat itu, manajemen Persibo Bojonegoro akan terus mengawal masalah tersebut dan siap membela mati-matian terkait keberadaan Sartono Anwar.

Kepada beritajatim.com, Kamis (14/10/2010), Manajer Persibo Bojonegoro, Letkol Inf Taufiq Risnendar menjelaskan, pihaknya tidak takut dengan PSSI.

Menurutnya, sejauh ini yang diperjuangkan pihaknya, termasuk Sartono Anwar memang benar keberadaannya. Sehingga, ia akan mendatangi panggilan tersebut dan menjelaskan apa adanya.

“Kalau tidak ada yang berani, PSSI akan tidur terus dan enak-enakan,” terangnya dengan nada tinggi.

Diterangkan, pihaknya akan memberikan penjelasan apa yang diminta oleh otoritas sepak bola nasional tersebut. Sehingga, masalah ini harus dituntaskan.

“Kami sudah menduga, kalau buntutnya akan panjang. Dan itu tidak masalah bagi kami semuanya,” lanjut pria yang juga Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro itu.

Taufiq menambahkan, Satgas Anti Suap PSSI kemungkinan besar akan meminta bukti secara riil mengenai permintaan uang Rp 10 juta yang dilakukan oleh oknum tersebut.

“Susahnya memang itu, tetapi kami akan menjelaskan sedetail mungkin,” tambahnya.

Menurutnya, saat ini pola-pola yang diterapkan oleh wasit untuk meminta imbalan sudah sangat pandai. Tidak mungkin ia meminta sendiri tetapi memakai jasa orang lain.

“Sehingga, aksi kotor dan mencoreng martabat Bangsa Indonesia tersebut tidak terendus oleh orang lain dan bahkan pejabat di Jakarta sendiri,” sambungnya.

Seperti diketahui, kasus dugaan suap tersebut muncul setelah adanya seseorang yang ditengarai suruhan oknum wasit meminta uang kepada manajemen Persibo Rp 10 juta sebelum pertandingan melawan Persema Malang.

Saat itu, kepemimpinan wasit Iis Isya Permana yang memimpin jalannya pertandingan di Stadion Gajayana Malang dipertanyakan independensinya. Karena, ia memberikan penalti saat perpanjangan waktu sudah lebih dari 1 menit dari yang ditentukan sebelumnya.(dul/but/beritajatim.com)