Berharap Cepat Pulang Kandang

Stadion Brawijaya Kediri terbukti tak membawa tuah bagi Persibo Bojonegoro. Tim promosi yang telah menjalani dua partai kandang kontra Persiba Balikpapan dan PSM Makassar ini hanya membungkus sebiji poin.

Itu jelas kurang memuaskan bagi pelatih Sartono Anwar walaupun target muism ini hanya bertahan di Indonesia Super League (ISL). Selain kekuatan yang belum maksimal, kurang optimalnya Laskar Angling Dharma disebut-sebut juga karena faktor venue pertandingan.

Walau pada pra musim silam sudah berulang kali menjajal stadion milik Persik Kediri tersebut, tapi tetap saja tak membawa keuntungan secara umum untuk tim. Gagal menyabet poin maksimal, panitia pelaksana (panpel) pertandingan sementara juga harus rela tekor.

“Ini seperti perkiraan kita sebelumnya. Jujur saja tidak mudah bertanding tidak di kandang sendiri. Dukungan dari supporter tak maksimal, keluar banyak biaya, pemain pun mungkin terpengaruh kondisi ini,” jelas Manajer Persibo Bojonegoro Kol Inf Taufik Risnendar.

Tim berkostum oranye harus ekstra sabar karena renovasi stadion Letjen H Soedirman baru kelar di ujung Oktober mendatang. Jika jadwal renovasi sesuai perkiraan, maka tim milik Boromania masih harus melakoni dua pertandingan kandang lagi di Stadion Brawijaya, melawan Persiwa Wamena dan Persipura Jayapura.

Tapi terlebih dahulu Persibo harus tour ke Malang menghadapi Persema Malang dan Arema FC. Taufik berharap renovasi stadion, termasuk pemasangan lampu dan penyediaan fasilitas stadion bisa rampung sesuai jadwal dan timnya bisa cepat pulang kandang.

Panitia penyelenggara sendiri harus merogoh kocek tak sedikit untuk menggulirkan laga di Stadion Brawijaya. Selain memikirkan akomodasi pemain, sewa lapangan juga harus dipikirkan. Sedangkan di sisi lain pemasukan dari tiket penonton merosot tajam.

Di dua pertandingan lalu, rata-rata Boromania yang datang ke Kediri berjumlah sekitar 5.000 supporter. Sedangkan jika bermain di Bojonegoro jumlah penonton bisa naik tiga kali lipat dari angka itu. Tak heran jika panpel sementara harus berboros ria.

“Sudah banyak keluar biaya, hasil pertandingan belum sesuai dengan harapan. Rasanya tidak sabar menunggu renovasi stadion selesai dan pulang ke Bojonegoro. Semoga kondisi ini bisa ditebus dengan prestasi bagus ke depannya,” tandas Taufik. (msy/okezone.com)