Biaya Rehab Stadion Membengkak

Rehab Stadion Letjen H. Soedirman, Bojonegoro, mengalami pembengkakan biaya, terutama untuk pembangunan lampunya. Jumlah pembengkakan untuk proyek rehab stadion, dari Rp 8,5 miliar menjadi Rp 12,5 miliar.

Bupati Bojonegoro Suyoto mengatakan, untuk rehab, sulit bisa diwujudkan dalam waktu tiga bulan. Karena itu, dia sudah meminta agar dinas terkait mempercepat pembangunan stadion agar bisa digunakan laga home Persibo di superliga. Baru setelah itu bisa berpikir target ideal seperti penambahan tribun dan sebagainya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Andi Tjandra menjelaskan, skenario darurat soal pembenahan stadion sudah dilakukan agar sesuai standar. Mulai 8 Juli nanti rehab sisi dalam stadion akan dilakukan. “Terutama guna memenuhi syarat adanya ruang ganti PP Wasit, serta ruang konferensi pers,” ujarnya. Untuk loket, lanjut dia, akan dibuat terpisah dengan stadion. Loket akan dibuatkan di halaman stadion. Untuk keperluan loket, akan disiapkan dana sekitar Rp 400 juta.

Sedangkan untuk pembangunan lampu penerangan stadion, Andi menjelaskan proyek itu baru akan ditenderkan Selasa atau Rabu, pekan ini. “Ini karena ada perubahan desain dan biaya sehingga proses penawaran yang kita lakukan beberapa waktu lalu kita hentikan,” tegasnya.

Sebab, kata Andi, dengan ditempatkan di luar stadion, tiang lampu yang semula cukup 30 meter bertambah menjadi 47 meter. Selain itu, ketebalan plat besi untuk lampu juga bertambah. Serta, lampu yang semula 40, membengkak menjadi 48. Di sisi lain, instalasi kabel juga berubah. Untuk genset, semula hanya berkapasitas 300 KV, namun sekarang bertambah menajdi 500 KV karena ada penambahan lampu. “Sehingga, dari dana yang semula Rp 8,5 miliar, membengkak menjadi Rp 12,5 miliar,” imbuhnya. (ade/fiq/jpnn)