BLI Kurang Puas Hasil Perbaikan Stadion

Setelah beberapa waktu lalu CEO PT Liga Indonesia (LI) Djoko Driyono datang langsung ke Stadion Letjen H Soedirman, Bojonegoro, kini giliran dua orang perwakilan PT LI yang ke Kota Ledre.

Mereka diutus langsung untuk melakukan verifikasi ulang stadion yang akan dipakai laga home Laskar Angling Dharma pada Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 ini.

Pantauan beritajatim.com di lapangan, Rabu (3/11/2010) menyebutkan, jika dua perwakilan Badan Liga Indonesia (BLI) yang datang adalah Yovy Leepel dan Indra. Mereka langsung melihat kondisi lapangan, lampu dan juga beberapa bagian di dalam stadion di jantung Kota Bojonegoro tersebut.

Yang membuat pihak menejemen Persibo dan Pemkab Bojonegoro geleng-geleng kepala adalah, Yovy menyoroti keberadaan lapangan yang dikatakan belum memadai.

“Kondisi lapangan tidak rata, keras dan banyak yang rumputnya belum tumbuh,” katanya kepada pengelola stadion dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Bojonegoro.

Keterangan tersebut jelas tidak sama dengan saat Djoko Driyono datang beberapa waktu lalu. Porsi terbesar bisa atau tidaknya stadion tersebut dipakai untuk menggelar pertandingan kandang adalah masalah lampu, perbaikan tribun dan ruang pers, maupun wasit.

“Bagaimana pertandingan sepakbola akan menarik disaksikan, jika kondisi lapangannya kurang baik,” jelas Yovy.

Padahal, jika bermain di Kandang Sriwijaya, PSM atau Persija, maka kondisinya cukup bagus. Bagaimana, jika tim-tim tersebut bermain di Bojonegoro dan kondisi lapangannya seperti ini.

“Tanggapan Sartono Anwar bagaimana melihat kondisi lapangan stadion ini, pasti kurang bagus. Sehingga, harus diperbaiki lagi,” terangnya.

Ditanya mengenai bisa atau tidaknya dipakai untuk laga kandang pada 11 Nopember 2010 saat Victor Da Silva dkk menjamu Bontang FC ? Yovy belum bisa berkomentar banyak.

“Sebagai reporter, anda bisa melihat sendiri, layak atau tidaknya stadion ini. Tetapi, semuanya tergantung pada rapat pleno di BLI nanti,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas PU Pemkab Bojonegoro, Andi Tjandra hanya tersenyum saja saat mendengar kata-kata dari Yovy. Sebab, apa yang tengah dikerjakan oleh pihaknya sejak beberapa waktu belakangan ini, sudah sesuai petunjuk dari BLI melalui cheklist yang diberikan.

“Pada waktu itu, Pak Djoko Driyono saat melihat langsung stadion ini mengatakan, jika kendalanya untuk menggelar laga home adalah masalah lampu, tribun dan beberapa kekurangan lainnya,” sambungnya.

Sejauh ini, kekurangan yang dimaksud Diruktur PT LI itu sudah dipenuhi dan hampir selesai. “Bisa dilihat sendiri pada tanggal 6 November mendatang kesiapan lampu kami,” lanjutnya.

Lampu sudah 1.200 lux pada beberapa hari mendatang dan saat ini kami tengah mengkebut penyelesaiannya. “Jika masih kurang layak, kami sendiri bingung. Lantas yang mana lagi yang harus distandartkan,” terangnya. (dul/ted/beritajatim.com)