Bojonegoro Berpesta, Persibo Banjir Bonus

“Perjuangan akan terus berlanjut di Divisi Utama dan akan terus berlanjut sampai sepak bola tiada lagi”

Sukses menjuarai Kompetisi Divisi I PSSI, para pemain Persibo Bojonegoro mendapatkan sambutan luar biasa dari para pendukungnya. Ya, setelah menghajar Persikad Depok 1-0 dalam final Senin malam, kemarin (11/9) para pemain pulang ke Bojonegoro. Mereka tidak langsung istirahat, melainkan diarak keliling kota.

Lima ratus motor dan sepuluh mobil bak terbuka tumplek bleg menyambut kedatangan Bambang Sumantri dan kawan-kawan di Desa/Kecamatan Kalitidu sekitar pukul 10.00. Dari Kalitidu, para pemain diangkut mobil bak terbuka dengan didahului konvoi kendaraan bermotor. Ya, Bojonegoro benar-benar berpesta atas sukses tim besutan pelatih Gusnul Yakin tersebut.

Di sepanjang jalan menuju Kota Bojonegoro dan di dalam kota, masyarakat Kota Ledre itu antusias menyambut konvoi para pemain kebanggaannya. Setelah konvoi keliling kota, rombongan besar yang sempat memacetkan jalan itu menuju Stadion Letjen H Soedirman guna merayakan kemenangan. Yakni, kemenangan atas Persikad Depok dan kemenangan sebagai juara I Divisi I PSSI sehingga lolos ke Divisi Utama.

Di stadion, ratusan Boromania (kelompok suporter Persibo) sudah menunggu. Mereka lantas mengucapkan selamat kepada para pemain. Presiden Boromania Abdul Karim dalam sambutannya menyatakan terima kasih dan salut atas perjuangan para pemain yang telah mewujudkan mimpi masyarakat Bojonegoro, khususnya Boromania. “Perjuangan akan terus berlanjut di Divisi Utama dan akan terus berlanjut sampai sepak bola tiada lagi,” katanya.

Selain sambutan meriah, skuad Persibo panen bonus. Setelah menerima bonus lolos ke Divisi Utama Rp 300 juta yang diserahkan beberapa waktu lalu, kini para pemain bakal mendapatkan bonus Rp 150 juta atas perjuangannya menjuarai Divisi I tahun ini.

“Bonus ini terdiri atas bonus wajib dan bonus sunah,” kata Abdul Cholik, asisten manajer bidang administrasi Persibo, kepada Radar Bojonegoro (Grup Jawa Pos). Bonus wajib kemenangan, kata dia, berjumlah Rp 50 juta, sedangkan bonus sunah atas prestasi mencapai gelar tertinggi kompetisi Divisi I Rp 100 juta. “Kalau ditotal, ya Rp 150 juta,” lanjutnya.

Menurut pria yang juga camat Padangan itu, bonus tersebut layak diberikan sebagai bentuk apresiasi manajemen atas gelar juara yang diraih tim Laskar Angling Dharma itu. Sebelumnya, Bambang Sumantri dan kawan-kawan menerima bonus atas lolosnya Persibo ke Divisi Utama dan bonus sebagai juara Grup III Kompetisi Divisi I Rp 300 juta. Bonus itu diberikan beberapa waktu lalu sebelum tim bertolak menuju Solo untuk melakoni partai final Divisi I.

Pundi-pundi bonus yang diperoleh skuad tim berkaus kebanggaan oranye itu belum termasuk bonus wajib saat menang pada pertandingan ataupun bonus seri. Jika ditotal, bonus yang diterima tim mencapai Rp 750 juta lebih yang dibagikan kepada para pemain.

Terkait besarnya bonus itu, Abdul Cholik menilai sangat wajar jika dibandingkan dengan perjuangan yang diberikan para pemain. “Hal itu berlaku umum,” ujarnya. (ade/jpnn)
( sumber : Indopos )

10 Responses to “Bojonegoro Berpesta, Persibo Banjir Bonus”

  1. dons
    September 12, 2007 at 10:01 am #

    pestanya ada goyang halilintarnya gak ?

    [Reply]

  2. niko_boromania_aremania
    September 12, 2007 at 10:06 am #

    bravo persibo……
    selamat atas kemenanganya meraih juara divisi I,
    semoga tetap jaya di di divisi utama……aku boromania sekarang ti tanah aremania selalu mendukungmu

    [Reply]

  3. 4Rb1t "bRy4N" kL4nGon
    September 12, 2007 at 10:37 am #

    Cieeeehh…PERSIBO lg bnyk duit nech..!!! Mbok ya’o q ni d traktir mkn2,psti q jg ikt sneng bngt!!!

    FORZA PERSIBO…!!!!

    FORZA PERSIBO…!!!!

    FORZA PERSIBO…!!!!

    [Reply]

  4. dons
    September 13, 2007 at 12:43 pm #

    niko_boromania_aremania @
    mas niko bojonegoronya klangon ( jalan untung suropati ) bukan ?

    [Reply]

  5. niko
    September 14, 2007 at 8:20 am #

    oyi don….iki nek pingin ruh aku, friendster: plastic_off@yahoo.com
    add yo…? walah kok dadi chatting ngene rek…sepurane sing akeh yo mas mas kabehhhh…..dons iki lagi penasaran ma aku…!!!hwhahahahhahahaha salam satu jiwa untuk boromania

    [Reply]

  6. Badrul
    September 20, 2007 at 1:25 pm #

    Kebiasaan buruk!!! Prestasi yang seharusnya biasa saja (tidak perlu penghargaan BERLEBIHAN) kok malah ditiru..Tidak akan berdampak positif bagi tim..Justru akan menjadi CANDU–> Gak akan berprestasi kalo gak dihargai tinggi/ berlebihan..Imbasnya akan sangat panjang-berantai, termasuk bagi para pemain, yang tentunya akan berpetualang untuk mencari klub lain yang menjanjikan “penghargaan” lebih tinggi..

    [Reply]

  7. niko
    September 21, 2007 at 3:34 am #

    wadaw….klo ngomong prestasi nih mas, persibo memang pantas di sanjung….berapa tahun coba perjuanganya masuk divisi utama..? perjuangan yg sangat berat mas…!! untuk BOROMANIA sendiri nih juga suatu kebanggan bahwa tim nya yg selama bertahun tahun di dukung lolos divisi utama, sekaligus memper erat sosialisasi para boromania.dari hal kecil mungkin bisa berimbas ke bidang laen yg lebih besar. untuk imbas para pemain berpetualang ke klub laen sih aku rasa wajar ya…? tinggal bagaimana persibo serta management menyikapinya…mau berprestsi ato nggak….yg jelas BOROMANIA akan selalu mendukung dan meneriakkan yel yel kehancuran tim lawan ketika tim kesayanganya bertanding. ato mungkin mas badrul bukan BOROMANIA…? hwhahahhahaha…..huh…hueekk..cuh

    [Reply]

  8. Eko
    September 21, 2007 at 1:38 pm #

    Sithik-sithik kok (hwhahahhahaha…..huh…hueekk..cuh)..Wes ra jaman kang!!! Benci (ke suporter lain) boleh aja, neng nek koyo ngono kuwi ndesit, katrok!!!
    Sudah saatnya paradigma sepakbola seperti itu dirubah!!!
    Ingat kang; Persibo baru didirikan tahun 2000 N sekarang langsung menghentak ke divisi utama, bandingkan dengan klub lain, ex. Persis Solo ato PSIM Jogjakarta, lama mana perjuangannya??? Hwa-hwa-haaaa…
    Dan, dii lain sisi, aku setuju dengan mas badrul (bener ora tho kang badrul ki dhudu BOROMANIA..?? Koyone Boromania —yang kritis & konstruktif—); Kayaknya jarang banget ya, klub-klub liga profesional berlevel internasional yang “bongkar-pasang” pemain, ex. Inggris ato Spanyol, mungkin menambah beberapa pemain saja. Dan, yang dicari pemain disana juga TIDAK HANYA uang semata, tapi prestisius klub, dll…Kecuali itu, penjualan/ peminjaman pemain ke klub lain dilakukan untuk memperhitungkan financial sendiri, juga penekanan terhadap kaderisasi, dll..Sehingga, fenomena mengenai “penghianat klub” sangat mencolok mengingat suatu klub (dalam satu negara, ex. Iggris-Inggris, bukan Inggris-Spanyol) akan sangat jarang mengambil pemain dari klub yang lain..Bahkan, kebanyakan seorang pemain yang “gagal” di liga Spanyol misalnya, tidak akan berpindah ke klub yang sama-sama dari spanyol, melainkan dia akan pindah ke liga di negara lain, ex. Ronaldo yang “gagal” di Real Madrid segera berpindah ke klub di liga Serie A, bukan pindah ke klub spanyol lainnya (tho)..Di Indonesia, fenomena “klub dengan kucuran dana tertinggi” yang akan “sukses” sudah biasa…Sehingga sudah hampir dipastikan daerah (dalam hal ini kabupaten/ kota –dan kebanyakan berasal dari ibukota, Jakarta, Surabaya, Medan, palembang, Makasar, Semarang, dll) yang memiliki pendapatan tinggi yang bisa berprestasi karena bisa membeli dan mengumpulkan (kalo perlu merampas) pemain/ pelatih berkualitas dari suatu klub yang dananya minim, imbasnya banyak pemain yang eksodus ke klub lain dengan status sama, ex. dulu PERSIK Kediri disebut-sebut sebagai AREMA Cabang Kediri karena memang mayoritas pemain berasal dari AREMA..Musim ini, Gresik United, sembilan orang pemainnya adalah eks. pemain Persibo, dll..So, kota-kota kecil tidak banyak berkembang sepakbolanya..Kata Michel Platini, Liga baru beranjak menuju Profesional apabila (salah satunya) pembibitan internal klub berjalan baik, klub tidak sering bongkar pasang pemain karena hal itu mengindikasikan bahwa yang berperan adalah taktik-strategi yang berjalan apik, bukan ketergantungan pada teknik suatu pemain tertentu..Embuh kang!!!

    Wah, apik kuwi, umpomo Persibo JADI PERSIBO ITSELF di tengah-tengah klub-klub Indonesia lain yang bisanya hanya “merampas” pemain klub lain karena merasa dananya cukup besar..N Persibo tetap berprestasi meskipun pemainnya bergaji sangat minim..Di Italia, klub paling kaya (disinyalir adalah Intermilan) tapi mengapa “bintang” Timnas Italia (ex Di Natalie kok memilih tidak bergabung dengan inter…..??? Bisa gak ya, pemain bagus persibo tetap bergabung dengan Persibo meskipun ada tawaran dari klub yang lebih kaya dari Persibo??? Hihihihihihihihihihihihihi…Embuh kang, mumet dewe……..

    [Reply]

  9. Rohim
    September 21, 2007 at 1:48 pm #

    Sing penting PERSIBO SUKSES, BOROMANIA RA ANARKI, Bal-balan Bojonegoro bakale apik…

    [Reply]

  10. Wahyu Ramdhani
    December 2, 2007 at 1:27 pm #

    Selamat Atas Kemengan persibo Mengalahkan ‘PERSIKAD DEPOK’ , Tetapi Persibo Tdk Usah Bangga , Karena Persibo Menang Itu Dibantu Wasit ….
    Wong Bola Kena Tiang Malah Dibilang Goll .
    Wasitnya Itu Tukang Roti Jadi Gak Tau Apa2….

    [Reply]

Leave a Reply