Boromania Demo Komisi D

Sekitar dua ratus suporter pendukung Persibo Bojonegoro yang tergabung dalam Boromania kemarin mengadakan aksi unjuk rasa ke gedung DPRD setempat. Mereka menuntut agar pembangunan Stadion Letjend H Soedirman tidak dihambat.

Rombngan yang menumpangi dua buah bus serta belasan motor dan beberapa mobil pribadi tersebut tiba di gedung DPRD sekitar pukul 10.00. Begitu tiba sepuluh orang perwakilan mereka kemudian diminta masuk diantaranya adalah Presiden Boromania Abdul Karim, ketua harian Boromania Djasmo Priyanto serta beberapa koordinator lapangan.

Mereka ditemui oleh tiga anggota DPRD yang sedang piket yaitu Ali Mustofa ketua Komisi C, Sukur Priyanto anggota Komisi A serta Mukmim dari FPG. “Apakah bapak-bapak yang menemui kami ini relevan dan masuk dalam panggar atau tidak kalau tidak lebih baik kita sudahi saja karena kita ingin bertemu komisi D,” kata Djasmo kepada anggota dewan. Namun setelah mendapatkan penjelasan mereka kemudian mau berdialog.

Kepada tiga anggota dewan tersebut mereka meminta agar pembangunan Stadion terus berjalan meski ada persoalan. Sebab saat ini Bojonegoro mengalami kerugian yang cukup besar karena tidak bisa menggelar pertandingan Persibo. “Terus sampai kapan kita melihat di madiun tim kebanggaan kita sendiri,” tegasnya.

Menaggapi hal tersebut Ali Mustofa sependapat dengan keinginan suporter agar pembangunan jalan terus. Menurutnya dia akan memberikan masukan kepada komisi D. “Saya juga sependapat pembangunan Stadion jalan terus,” tegasnya.

Sementara perwakilan Boromania berdialog diluar gedung DPRD para peserta aksi bernyanyi memberikan dukungan kepada Persibo. Bahkan sesekali mereka meneriakan kata-kata meminta Ali Huda ketua Komisi D menemui mereka. “Ali keluar temui kami,” kata salah satu pengnjuk rasa dengan menggunakan megaphonenya.

Sementara itu kepala Dinas Kimpraswil Tejo Sukmono menuturkan bahwa lelang stadion telah sesuai mekanisme. Selain itu menyangkut anggaran semua sudah sesuai dengan perda nomor 1 tahun 2008 tentang APBD tahun 2008 serta Perbup. “Nilainya ya Rp 2,5 juta Rp 50 untuk pengawasan serta Rp 2,45 untuk rehab fisik,” tegasnya. (ade)
(Sumber : Radar Bojonegoro)

One Response to “Boromania Demo Komisi D”

  1. fphoer_BOROmani@m4L4Ng
    August 20, 2008 at 9:10 am #

    Komizi D gk usah BerteLe-tele gTu donG???
    kL emG niat banGun stAdion ya seGera d sLesaikan>>!!! Dri dLu kok LeLang-Lelang-LelaNg meLulu>>>!!!!
    Truz kPn sLesaix??????
    Kab. Malang z yg Wilayahx Lebih Luaz dri BOJONEGORO dan APBDx lebih keciL dr BOJONEGORO biza membanGun stadion Kanjuruhan yaNg meGah!!!!! Gmn dGn BOJONEGORO??? Jalan rusak sana-sini, pembangunan tidak berkembang???? kaLo beGini teruz kapan majux BOJONEGORO???

    [Reply]

Leave a Reply