Boromania Keberatan

Harga Tiket Pertandingan Persibo Naik
Persibo BojonegoroBoromania, kelompok suporter pendukung Persibo Bojonegoro, keberatan dengan kenaikan harga tiket pertandingan home di Stadion Letjen H. Soedirman yang cukup drastis.

Presiden Boromania Abdul Karim mengungkapkan, rencananya pihak panitia pelaksana (panpel) akan menaikkan harga tiket ekonomi dari Rp 15 ribu menjadi Rp 20 ribu per lembar. Sementara tiket VIP dari Rp 25 ribu menjadi Rp 40 ribu. “Dan ini jelas, karena sudah diumumkan di beberapa spanduk jadwal pertandingan Persibo,” ujarnya.

Untuk kenaikan harga tiket VIP di tribun utama, Abdul Karim mengaku tidak masalah.

Menurut dia, harga itu cukup wajar, karena pembelinya rata-rata berasal dari kalangan yang cukup mampu. “Kalau Rp 40 ribu, saya kira masih pantas untuk ukuran VIP. Dan itu sama dengan harga tiket di pertandingan tim lain,” tegasnya.

Namun, lanjut dia, untuk kenaikan harga tiket ekonomi, Rp 20 ribu, sangat mahal. Bahkan, harga tiket ekonomi sebelum kenaikan saja, Rp 15 ribu per lembar, sudah cukup mahal. Apalagi saat ini dinaikkan. “Ini akan sulit terjangkau oleh kami (Boromania, Red),” tegasnya.

Kalau alasan kenaikan harga tiket adalah untuk membantu keuangan Persibo, Cak Dul, panggilan akrab Abdul Karim mengakui hal itu masuk akal. Namun, besaran kenaikan tiket juga harus melihat kemampuan dan daya beli masyarakat. “Kami khawatir kenaikan harga tiket ini malah akan menurunkan minat masyarakat untuk mendukung Persibo,” ingatnya.

Apalagi, lanjut dia, di musim depan Persibo masih didukung dana dari APBD yang juga dari rakyat. Karena itu, dukungan dana alternatifnya jangan sampai membebani rakyat sekaligus pendukung Persibo. “Kami berharap (panpel, Red) lebih realistis agar tiket tidak naik,” terangnya.

Padahal, kata Cak Dul, kalau mau, masih banyak jalan lain untuk mendongkrak pemasukan Persibo seperti mencari sponsor. Juga, seperti yang selama ini digemborkan oleh manajemen, yakni melalui penjualan merchandise atau segala sesuatu yang berhubungan dengan pernak-pernik Persibo. “Jadi jangan sampai mengurangi dukungan Persibo dengan harga tiket naik. Kalau nggak ada yang lihat (pertandingan), yang rugi kan Persibo sendiri,” ingatnya.

Karena itu, lebih baik adalah harga tiket tetap, tidak naik. Kecuali, jika nanti tim berjuluk Laskar Angling Dharma ini sudah berada di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, ISL. “Di liga super misalnya, atau saat masuk semifinal atau final Copa Indonesia,” imbuh Cak Dul. (ade)
(Radar Bojonegoro)