Boromania Kecam DPRD

Gara-Gara Kepras Dana untuk Persibo
Kelompok pendukung Persibo Bojonegoro yang tergabung dalam Boromania mengancam akan melakukan unjuk rasa ke DPRD setempat. Penyebabnya, dewan dianggap mengabaikan kepentingan Persibo, dengan mengepras anggaran untuk tim kebanggaan warga Kota Ledre tersebut.

“Kami sangat kecewa dengan keputusan segelintir orang di DPRD yang mengabaikan kepentingan umum demi kepentingan pribadi. Akibatnya, kepentingan Persibo yang jadi korbannya.” kata Yayak, salah satu koordinator lapangan Boromania, kemarin (6/12).

Salah satunya, lanjut dia, adalah dikuranginya dana hibah untuk Persibo melalui KONI Bojonegoro. Yayak mengungkapkan, sebelumnya pemkab menganggarkan dana Rp 4,5 miliar untuk Persibo. “Namun ternyata dipangkas (oleh DPRD), sehingga menjadi Rp 3 miliar saja,” ujarnya.

Padahal, masih kata Yayak, kebutuhan Persibo di Divisi Utama saja tahun ini mencapai Rp 9 miliar lebih. Apalagi, tahun depan Persibo menargetkan lolos ke Superliga. Tentu dananya juga tidak sedikit. “Ee ini malah dikurangi banyak sekali,” sesalnya.

Tak hanya itu. Yayak juga mengaku Boromania sangat kecewa dengan ditundanya pembangunan lampu untuk Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro senilai Rp 4 miliar.

Padahal, pembangunan lampu stadion diperlukan sebagai antisipasi jika Persibo lolos ke superliga. “Kalau menunggu PAK (maksudnya perubahan APBD 2010, Red) tentunya akan dibangun bulan Desember 2010. Sementara kompetisi dimulai bulan Juni, sehingga harus mengalami laga usiran karena stadion tak layak,” tegasnya.

Apalagi, Yayak mengaku mendegar bahwa dana yang dipangkas tersebut dialihkan ke dana jasmas (jaring aspirasi masyarakat) anggota DPRD yang notabene justru untuk kepentingan konstituen mereka sendiri. Bahkan, sebagian dialihkan untuk perjalanan dinas dan studi banding yang belum jelas hasilnya. “Ini sungguh tak adil,” protesnya.

Karena itu, Rabu lusa Boromania akan mendatangi DPRD guna menuntut masalah itu. Dia berharap anggota DPRD mengerti bahwa Persibo sudah jadi ikon dan kebanggaan masyarakat Bojonegoro yang tak mengenal golongan, suku atau ras. “Bahkan keberadaan Persibo bisa menjadi pemersatu masyarakat serta Bojonegoro dikenal lewat Persibo, bukan lewat studi banding atau kunjungan kerja,” kritiknya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mengatakan, demo adalah hak masyarakat, apakah disalurkan melalui dewan atau lainnya. “Kami menghormati hak dari masyarakat yang mau menyampaikan aspirasi. Yang jelas kami siap memberi penjelasan kenapa dana itu dikepras,” tuturnya. (ade/jpnn)

5 Responses to “Boromania Kecam DPRD”

  1. masiverS
    December 7, 2009 at 4:21 pm #

    mboh wes

    [Reply]

  2. bongaz
    December 7, 2009 at 4:51 pm #

    hanya bisa berdoa

    [Reply]

  3. mlaten city
    December 7, 2009 at 6:55 pm #

    ow pancen DPRD kakean stilah setahun kur dikekI duwik 3 milyar….!!!!!weduz….ayo melu demo!!!!

    [Reply]

  4. Gedor community boromania garis keras
    December 8, 2009 at 10:31 am #

    Mbuh gak ngurus”,….DPRD mblarah persibone kalah wae….gak ndukung kabeh..

    [Reply]

  5. Abas
    February 13, 2010 at 6:59 am #

    Persibo mestinya mencontoh arema yg tdk didanai APBD tp msih bs eksis.

    [Reply]

Leave a Reply