Buku Tamu
(457)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46
| (457) abymanyu ivan bramakumbara Fri, 3 September 2010 19:07:42 +0000 |
Selamat untuk PERSIBO yang telah lolos ke ISL dan juara 1 Divisi Utama,,,, Semoga bisa di pertahankan dan bisa menjadi team yang solid,,,, BRAVO BORO MANIA,,,,,,,,, BY ;ABYMANYU IVAN BRAMAKUMBARA [ Bocah BOJONEGORO ]
| (456) Defryan Tridya Isfandy Fri, 3 September 2010 00:43:30 +0000 |
Apa yang membuat washit sepakbola di Indonesia berat sebelah?
1. Suap dari sebuah tim
2. Faktor kedaerahan
3. Perintah dari PSSI untuk menyelamatkan tim tersebut
Pada contoh 1 :
Suap dari sebuah tim membuat washit memihak pada tim yang telah menyuapnya. Biasanya tim tersebut
menyuap washit pada laga-laga krusial. Seperti pertandingan untuk menentukan dia juara / terdegradasi / naik
jenjang dari divisi utama ke ISL.
Pada contoh 2 :
Mungkin karena tim sepakbola dari daerah asal washit tersebut memiliki dendam pada tim sepakbola dari daerah
lain. Seperti saat washit tersebut memimpin tim sepakbola yang sangat didendami oleh tim sepakbola dari
daerah asalnya, bermain melawan tim sepakbola lainnya. Mungkin washit tersebut agak berpihak pada tim
lainnya / yang tidak didendami oleh tim dari daerah asalnya. namun hal ini jarang terjadi
Pada contoh 3 :
Perintah PSSI untuk menyuruh washit tersebut menyelamatkan sebuah tim, karena beberapa faktor : *manager
tim tersebut tidak menyuap washit, melainkan menyuap PSSI, *mungkin ada beberapa anggota dari tim tersebut,
juga anggota dari PSSI, sehingga dengan mudah anggota tim tersebut untuk bersekongkol.
Maraknya washit sepakbola yang berat sebelah di Indonesia membuat para Indonesian football lovers sangat
prihatin. Mereka tak habis pikir. Parahnya, washit merelakan dirinya untuk dianiyaya oleh suporter, atau bahkan
dianiyaya oleh official tim yang dirugikan oleh nya. Lemparan batu, botol air minum, dll, tidak membuat washit
jerah. Buktinya ada beberapa washit yang pernah dianiyaya dan dilempari oleh suporter, namun hal tersebut
bukan merupakan pelajaran yang sangat menyakitkan, melainkan penghargaan atau mungkin hadiah. Buktinya
setelah kejadian yang menyakitkan tersebut terjadi, washit tersebut malah mengulanginya. Maraknya washit
sepakbola di Indonesia yang seperti itu, dikarenakan PSSI yang kurang tegas, bahkan PSSI menanggapinya
dengan santai. Atau mungkin juga gaji dari washit tersebut sedikit, sehingga untuk menambah penghasilannya
tersebut, ia rela disuap. Meskipun tidak disuap, washit di Indonesia juga terlalu memberikan toleransi pada para
pemain. Padahal hal tersebut menimbulkan dampak negatif. Contohnya untuk para pemain Tim Nas Indonesia,
saat mereka membela tim nya di kancah nasional, saat ia menjegal sangat keras, mungkin washit akan
memberikan toleransi, tapi coba saja jika membela Tim Nas atau mungkin tim nya di kancah Internasional,
menjegal dengan sangat keras, akan membuat ia dan Tim Nas / tim nya merugi. Karena ia akan mendapatkan
ejekan dari indonesian football lovers / suporter,dll, sedangkan Tim Nas / tim nya mungkin saja mengalami
kekalahan karena kekurangan pemain. Hal washit yang terlau memberikan toleransi dikarenakan kurangnya
pelatihan dari PSSI. Tapi intinya PSSI tidak tegas, dan kurang begitu tanggap tentang semua yang terjadi di
persepakbolaan indonesia. Mengapa begitu? karena jika PSSI lebih tanggap, "ada yang salah, beri sanksi, ada
yang menyuap beri sanksi, tawuran, beri sanksi dll", maka pihak tersebut akan jerah. Tapi semua yang terjadi di
persepakbolaan Indonesia, tidak hanya semata-mata hanya PSSI yang salah. Jika begini terus, kapan
persepakbolaan Indonesia dan Tim Nas Indonesia akan maju????
1. Suap dari sebuah tim
2. Faktor kedaerahan
3. Perintah dari PSSI untuk menyelamatkan tim tersebut
Pada contoh 1 :
Suap dari sebuah tim membuat washit memihak pada tim yang telah menyuapnya. Biasanya tim tersebut
menyuap washit pada laga-laga krusial. Seperti pertandingan untuk menentukan dia juara / terdegradasi / naik
jenjang dari divisi utama ke ISL.
Pada contoh 2 :
Mungkin karena tim sepakbola dari daerah asal washit tersebut memiliki dendam pada tim sepakbola dari daerah
lain. Seperti saat washit tersebut memimpin tim sepakbola yang sangat didendami oleh tim sepakbola dari
daerah asalnya, bermain melawan tim sepakbola lainnya. Mungkin washit tersebut agak berpihak pada tim
lainnya / yang tidak didendami oleh tim dari daerah asalnya. namun hal ini jarang terjadi
Pada contoh 3 :
Perintah PSSI untuk menyuruh washit tersebut menyelamatkan sebuah tim, karena beberapa faktor : *manager
tim tersebut tidak menyuap washit, melainkan menyuap PSSI, *mungkin ada beberapa anggota dari tim tersebut,
juga anggota dari PSSI, sehingga dengan mudah anggota tim tersebut untuk bersekongkol.
Maraknya washit sepakbola yang berat sebelah di Indonesia membuat para Indonesian football lovers sangat
prihatin. Mereka tak habis pikir. Parahnya, washit merelakan dirinya untuk dianiyaya oleh suporter, atau bahkan
dianiyaya oleh official tim yang dirugikan oleh nya. Lemparan batu, botol air minum, dll, tidak membuat washit
jerah. Buktinya ada beberapa washit yang pernah dianiyaya dan dilempari oleh suporter, namun hal tersebut
bukan merupakan pelajaran yang sangat menyakitkan, melainkan penghargaan atau mungkin hadiah. Buktinya
setelah kejadian yang menyakitkan tersebut terjadi, washit tersebut malah mengulanginya. Maraknya washit
sepakbola di Indonesia yang seperti itu, dikarenakan PSSI yang kurang tegas, bahkan PSSI menanggapinya
dengan santai. Atau mungkin juga gaji dari washit tersebut sedikit, sehingga untuk menambah penghasilannya
tersebut, ia rela disuap. Meskipun tidak disuap, washit di Indonesia juga terlalu memberikan toleransi pada para
pemain. Padahal hal tersebut menimbulkan dampak negatif. Contohnya untuk para pemain Tim Nas Indonesia,
saat mereka membela tim nya di kancah nasional, saat ia menjegal sangat keras, mungkin washit akan
memberikan toleransi, tapi coba saja jika membela Tim Nas atau mungkin tim nya di kancah Internasional,
menjegal dengan sangat keras, akan membuat ia dan Tim Nas / tim nya merugi. Karena ia akan mendapatkan
ejekan dari indonesian football lovers / suporter,dll, sedangkan Tim Nas / tim nya mungkin saja mengalami
kekalahan karena kekurangan pemain. Hal washit yang terlau memberikan toleransi dikarenakan kurangnya
pelatihan dari PSSI. Tapi intinya PSSI tidak tegas, dan kurang begitu tanggap tentang semua yang terjadi di
persepakbolaan indonesia. Mengapa begitu? karena jika PSSI lebih tanggap, "ada yang salah, beri sanksi, ada
yang menyuap beri sanksi, tawuran, beri sanksi dll", maka pihak tersebut akan jerah. Tapi semua yang terjadi di
persepakbolaan Indonesia, tidak hanya semata-mata hanya PSSI yang salah. Jika begini terus, kapan
persepakbolaan Indonesia dan Tim Nas Indonesia akan maju????
| (455) alimuddin fahmy Thu, 2 September 2010 11:08:27 +0000 |
halo persibo
| (454) ronz Wed, 1 September 2010 18:37:24 +0000 |
tolong diupdate para pemain yang telah dikontrak untuk membela panji-panji persibo di ISL???!!!
saya sudah berusia 19 tahun dan saya ingin menjadi pemain bola,apakah masih bisa ?
| (451) shindu arek bojonegoro Thu, 26 August 2010 12:18:06 +0000 |
persibo menang po"ora menang karo kediri
| (448) diendien Sun, 22 August 2010 00:40:23 +0000 |
Stadion'e ndang dibangun pak,om,cak,mas.....
hehehehehe......
hehehehehe......
