Butuh Tambahan Dana untuk Delapan Besar

Persiapan menyongsong de lapan besar sudah dilakukan Persibo Bo jonegoro. Meski, Aris Tuansyah dkk belum pasti meng genggam tiket ke fase perebutan tiket ke semifinal kompetisi Divisi Utama 2009-2010.

Bahkan, Laskar Angling Dharma -julukan Persibo- sudah memperkirakan dana yang di bu­tuhkan. ”Jika menjadi tuan rumah, dana yang di bu tuhkan bisa menjadi Rp 1,5 miliar,” kata Asisten Manajer Bidang Teknis Persi bo Bojo ne go ro Imam Sardjo no kemarin (20/3).

Estimasi tersebut, menurut dia, terjadi karena tuan rumah harus menanggung seluruh akomodasi tim tamu. Jika lolos ke babak delapan besar, mau tidak mau, Persibo harus me nar­get lolos ke Indo ne sia Super League (ISL) 2011-2012.

Menurut Sardjono, tidak menargetkan lolos ISL sama dengan membuang-buang uang. ”Kalau sampai seperti itu, lebih baik nggak usah lolos delapan besar saja,” ujarnya.

Dia menuturkan, asumsi tambahan tersebut mun cul karena waktu penyelesaian kompetisi molor. Akibatnya, gaji serta akomodasi pemain oto matis ikut bertambah. ”Itu belum termasuk jika menjadi tuan rumah,” ungkapnya.

Asisten Manajer Bidang Keuangan Abdul Mun’im menjelaskan, dana Rp 6,5 miliar lalu hanya dipakai untuk melakoni babak penyisihan. Jika lebih dari itu, harus ada tambahan dana.

Dia menjelaskan, ada salah satu alternatif pemi ki ran untuk menggunakan dana APBD 2010. Me nu rut d ia, pada APBD 2010, Persibo diang gar kan Rp 4 miliar. ”Ada usul, Rp 1,5 miliar di gu­nakan untuk babak delapan besar dulu,” tuturnya.

Sisanya, kata Sardjono, digunakan untuk per si a pan jika memang lolos ke ISL. Awal musim ten tu membu tuh kan dana untuk mengontrak pe main serta dana awal. ”Untuk kontrak awal pe­main di Divisi Utama, apa lagi ISL, memang mem butuhkan dana besar,” ujarnya.

Sementara itu, dia menjelaskan, kebutuhan musim mendatang bisa diambilkan dari APBD 2011 atau menggunakan jalur PAPBD. ”Tapi, yang delapan besar di depan mata ini harus diselesaikan dulu,” katanya.

Terkait dengan beberapa alternatif tersebut, Per si bo akan berusaha mencari yang terbaik. Intinya, me nurut dia, babak delapan besar harus dilakoni se bagai pintu masuk ISL. ”Masalah dana tentu harus dicarikan solusi lebih dulu,” terangnya.

Belum lagi, Copa Indonesia yang akan dihelat bu lan depan. Sardjono menuturkan, alokasi dana guna melakoni Copa Indonesia sendiri belum di pikirkan sampai sekarang. (ade/wid/jpnn/c12/diq)