CEO BICARA: Ferry Kodrat dan Straw System

Dukungan besar yang diberikan para suporter terhadap Persibo setiap bertanding, membuat beberapa perusahaan – baik lokal maupun asing – berminat untuk menjalin kerja sama dengan klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro itu. Profesionalisme yang diusung klub-klub Liga Primer Indonesia (LPI), juga menjadi daya tarik tersendiri. Nah, dalam hal sponsor, manajemen Persibo kini menerapkan straw system.

Menurut Feryawan Widyanto Kodrat – akrab disapa Ferry Kodrat – straw system adalah cara mendapatkan sponsor, di mana klub-klub yang berada di dalam satu wilayah regional juga mendapat bagian.

Ia lantas memberikan gambaran. Karena peluang untuk mendapatkan sponsor lebih besar di Surabaya, maka Persebaya 1927 paling besar bagiannya. “Kalau misalnya Persebaya 1927 mendapatkan sponsor senilai Rp 10 miliar, maka Rp 2 miliar untuk Persibo. Jadi, di samping menjadi sponsor Persebaya 1927, perusahaan yang sama juga menjadi sponsor Persibo,” ia menjelaskan.

Dengan adanya sistem itu, masih menurut Ferry Kodrat, klub-klub yang berada di dalam suatu wilayah regional seperti Jawa Timur-Bali, bisa sama-sama menikmati dan merasakan peran sponsor yang sama. “Jadi, saling bantu. Persebaya 1927 tidak di atas terus, sementara kita di bawah saja,” CEO Persibo itu memberi gambaran.

Straw Systemdan langkah profesional Persibo dalam mengelola klub, telah membuka mata pemilik dan pengelola beberapa perusahaan untuk membantu pendanaan klub. “Dari lokal saja sudah kita dapat, di antaranya BRI,” ungkap Ferry Kodrat. Menurutnya, bank plat merah itu sudah menyatakan kesediaan untuk membantu klub yang ia kelola itu. Sedangkan beberapa perusahaan lain, di antaranya Bank Mandiri dan Telkomsel, tengah dalam tahap negosiasi.

Kalau harus memilih, Ferry Kodrat lebih condong pada BRI. Salah satu alasannya, bank ini lebih cocok dengan misi Persibo dalam memasyarakatkan sepakbola di Bojonegoro. BRI, misalnya, sangat tertarik pada program Goes to School yang sedang digalakkan manajemen Persibo.

Selain mensponsori tim senior, bank ini juga akan mensponsori tim U-13. Bank BRI pulalah yang bakal mendanai setiap laga kandang Persibo. “Selama ini, BRI tidak minta kompensasi segala macam. Itu yang saya suka,” Ferry Kodrat menjelaskan. Hanya saja, BRI meminta kompensasi agar seluruh pemain Persibo membuka tabungan di BRI. Suatu hal yang lumrah, tentunya.

Manajemen Persibo juga tengah menggagas kerja sama dengan beberapa perusahaan perminyakan di Bojonegoro. Petro China, di antaranya. Seperti kita ketahui, perut bumi Bojonegoro dan sekitarnya kaya akan kandungan mineral. Membuat cukup banyak perusahaan minyak melakukan eksplorasi di sana. Potensi itulah yang dicoba digali manajemen Persibo.

Selain itu, perusahaan operator telekomunikasi dan perusahaan minuman berenergi juga tertarik untuk mensponsori tim berjuluk Laskar Angling Dharmo ini. (Rizki Daniarto/ligaprimer.co.id)