Dana Persibo Baru Dikembalikan 25 Persen

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mendeadline pengembalian dana Persibo Bojonegoro Rp 2 miliar yang laporannya fiktif hanya sampai akhir bulan ini. Dari jumlah dana yang menguap itu, baru sekitar 25 persen yang kembali ke kas daerah.

Informasi yang diperoleh wartawan koran ini menyebutkan, ada seseorang yang tak lama ini mengembalian dana Rp 515 juta ke rekening kas Pemkab Bojonegoro. Dengan adanya pengembalian dana itu, berarti total Rp 115 juta telah masuk ke kas daerah. Sebab, sebelumnya kas daerah itu sudah terisi Rp 400 juta dari para pemakai uang Persibo tersebut.

Sekkab Bojonegoro Suhadi Moeljono saat dikonfirmasi wartawan koran ini mengaku belum tahu adanya tambahan pengembalian dana Persibo. Dia meminta wartawan koran ini menanyakan masalah tersebut ke Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Herry Sudjarwo. “Tanya ke Pak Herry,” pintanya.

Namun, Moeljono sempat menjelaskan bahwa dirinya telah mengirimkan surat kepada manajemen Persibo. Inti surat tersebut menanyakan penyelesaian potensi kerugian negara Rp 2 miliar yang ditemukan BPK. “Tapi kita belum terima jawaban atau tindak lanjutnya,” imbuhnya.

Dia menuturkan, jika sudah melebihi akhir Agustus ini, maka bisa jadi kasus itu menjadi masalah hukum. Alasannya, BPK sendiri telah memberikan waktu untuk menyelesaikan potensi kerugian negara Rp 2 miliar tersebut.

Sementara itu Herry Sudjarwo mengakui adanya pemasukan tambahan pengembalian dana Persibo Rp 115 juta. Sehingga, total dana Persibo yang kembali sekitar Rp 515 juta. “Kalau siapa saja yang mengembalikan, saya nggak hapal,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Manajer Persibo Taufik Risnendar menyatakan telah menerima surat dari pemkab terkait potensi kerugian negara dalam anggaran Persibo tahun 2008. “Kita akan segera memberikan jawaban, paling tidak Senin sudah selesai,” katanya.

Seperti diberitakan, Rp 2 miliar dari Rp 5 miliar pencairan dana Persibo tahap pertama raib. Dari pengakuan manajemen Persibo, Rp 1 miliar dari Rp 2 miliar itu titipan dari pejabat pemkab yang disetorkan ke rekening penampung. Sementara sisanya, titipan yang kabarnya untuk panitia anggaran DPRD yang penyerahannya diserahkan kepada salah satu pimpinan DPRD periode lalu. (ade/jpnn)