Dana Persibo Raib Rp 2 M

Dana keuangan Persibo Bojonegoro diduga bermasalah. Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur memberikan catatan ada selisih Rp 2 miliar dari laporan penggunaan dana Persibo pencairan tahap pertama Rp 5 miliar yang diterimakan 31 Maret 2008. Dana Rp 2 miliar itu diduga laporannya awu-awu, sehingga tidak sesuai peruntukkannya.

Sekkab Bojonegoro Suhadi Moeljono saat dihubungi wartawan koran ini memilih tak berkomentar banyak terkait temuan BPKP tersebut. Dia hanya menyatakan menunggu hasil BPKP yang masih diambilnya. ”Tapi intinya memang seperti itu. Ada uang Rp 2 miliar yang tidak digunakan oleh Persibo, tapi diatasnamakan Persibo dan itu harus kembali,” akunya.

Sementara Asisten Manajer Bidang Keuangan Persibo Abdul Mun’im menyatakan, pihaknya hanya menerima dana Rp 3 miliar dari manajer Persibo ketika Letkol (Inf) Kup Yanto Setiono. Namun, dia akhirnya diminta membuat laporan pertanggungjawaban dengan total dana Rp 5 miliar. Untuk mensiasati itu, Mun’im mengaku menambahi laporan pada beberapa item. Salah satunya, gaji pemain. Jika seharusnya gaji pemain dimulai pada Maret, maka dalam laporan tersebut tertulis Januari 2008. ”Kami tak pernah menggunakan dana (Rp 2 miliar) itu. Dengan terpaksa manajemen membuat LPJ dana sebesar Rp 5 miliar tidak sebesar Rp 3 miliar. Karena jika tidak dibuat Rp 5 miliar, maka dana Persibo selanjutnya tak bisa cair,” jelasnya.

Lantas ke mana dana Rp 2 miliar? Mun’im menyatakan belum tahu. Dia berjanji akan melakukan penelusuran dana tersebut. Kemungkinan dana Rp 2 miliar itu hasil ”deal” di level atas dan tidak diketahui manajemen. ”Karena itu manajemen sendiri tak tahu penggunaan dana tersebut,” ulangnya.

Mun’im menegaskan siap memberikan keterangan lengkap apabila menemukan hasil penelusuran dana tersebut. ”Intinya saya diminta membuat LPJ Rp 5 miliar, meski hanya menerima dana Rp 3 miliar. Kalau tidak saya lakukan, pasti dana Persibo tahap selanjutnya tak bisa dicairkan dan tentu Persibo akan berhenti di tengah jalan,” ujarnya.

Mun’im juga siap memberikan bukti-bukti mengenai dana yang hanya diterima Rp 3 miliar bagi Persibo. Menurut dia, masih ada waktu dua bulan yang diberikan BPKP agar uang Rp 2 miliar tersebut kembali. ”Meski kami tidak tahu dan Persibo sendiri tak pernah menggunakannya, tapi kami sebagai manajemen berusaha untuk ikut mengusahakan uang tersebut kembali,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris KONI Bojonegoro Sahari kepada Radar Bojonegoro menyatakan, laporan pertanggungjawaban Persibo memang masih dianggap bermasalah. Dia menuturkan, total dana yang diberikan Persibo dari APBD Rp 12,5 miliar. ”Dan itu diterima penuh semua dari KONI,” tuturnya.

Dia menjelaskan, dana sebesar itu dikucurkan dalam beberapa tahap. Pencairannya tidak berupa uang tunai, melainkan cek. ”Jadi kalaupun ada masalah bukan dari KONI,” tegasnya.

Sementara itu, mantan ketua umum sekaligus manajer Persibo Letkol (Inf) Kup Yanto Setiono hingga berita ini ditulis, belum berhasil dikonfirmasi. (ade/jpnn)