Datangi Mapolres sebelum Demo

Tujuh pengurus salah satu kelompok supporter Persibo Bojonegoro, Boromania, kemarin (8/12) mendatangi mapolres setempat. Mereka datang untuk memenuhi undangan pihak kepolisian terkait unjuk rasa ke gedung DPRD yang direncanakan dilakukan hari ini.

“Awalnya polres meminta agar unjuk rasa diundur sebab berbenturan dengan demonstran lainnya yang memperingati hari antikorupsi,” kata Presiden Boromania Basar saat ditemui di ruang kasat Intelkam Polres Bojonegoro kemarin (8/12) siang.

Menurut dia, pengunduran jadwal demonstrasi itu sulit dilakukan. Alasannya, informasi unjuk rasa tersebut telah menyebar ke anggotanya di 25 kecamatan. “Kalau kami bisa diundur, tetapi semua Boromania telah sepakat Rabu untuk unjuk rasa dan rencana ini tidak dapat dibendung,” katanya didampingi Wakil Presiden Boromania Yayak dan pengurus lainnya.

Rencana demonstrasi Boromania itu tak dapat dibendung petugas. Sebab, mereka sudah mengajukan izin. “Boromania sepakat akan melakukan aksi simpatik,” kata Kasat Intelkam AKP Tedjo.

Unjuk rasa hari ini direncanakan diikuti tiga ribu anggota kelompok pendukung Persibo tersebut. Mereka akan memprotes kebijakan anggota DPRD setempat yang mengepras dana KONI bagi Persibo Rp 1 miliar.

Awalnya, pemkab mengajukan dana APBD 2010 untuk KONI Bojonegoro Rp 5,5 miliar. Dalam pembahasan APBD 2010, anggota DPRD mengepras dana itu hingga tinggal Rp 4,5 miliar. Dari Rp 4,5 miliar ini, Persibo mendapatkan alokasi Rp 3,5 miliar.

Boromania juga kecewa karena pembangunan pemasangan lampu Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro urung dilaksanakan.

“Padahal pada peresmian Persibo bulan lalu, pemkab maupun DPRD sepakat akan membangun lampu stadion dalam anggaran APBD 2010,” kata Basar.

Dia menambahkan, unjuk rasa hari ini ditujukan kepada pimpinan DPRD dan Ali Huda, ketua Komisi D yang membidangi pembangunan.

“Kita tidak akan bubar sebelum Ali Huda menemui kami. Kami meminta Ali Huda agar meminta maaf kepada Boromania,” kata Basar.

Sementara Ali Huda saat dikonfirmasi wartawan koran ini menyatakan, pembangunan lampu stadion sifatnya tidak dibatalkan. Dana untuk pemasangannya diundur. “Bisa jadi nantinya lampu stadion tetap dibangun,” ujarnya.

Menurut dia, pemasangan lampu itu harus diimbangi prestasi Persibo di pentas divisi utama. Yakni, naik kasta ke superliga tahun depan. “Selain itu juga ada pembenahan manajemen. Sebab, dalam pengucuran dana Persibo kemarin saja bocor Rp 2 miliar yang kini diungkap kejaksaan,” kata pria asal Kecamatan Sugihwaras ini. (rij/jpnn)