Disambut Manis, Suporter Blitar Buat Ulah

Pertandingan antara tuan rumah Persibo Bojonegoro dengan PSBI Blitar belum dimulai, tetapi supporter tamu yang jumlahnya hanya segelintir berulah.

Puluhan oknum Laskar Singolodro yang masuk ke stadion langsung disambut meriah oleh elemen supporter tuan rumah, Boromania, Kamis (18/3/2010). Dengan tepukan meriah, ribuan Boromania yang meng-orange-kan stadion letjen H Soedirman Kota Bojonegoro menyambut tamu dari Blitar itu.

Panpel pun menyiapkan tribun ekonomi disebelah selatan untuk ditempati supporter PSBI itu. Namun, belum jenak mereka duduk, sambutan manis supporter tuan rumah dibalas dengan tamparan cukup menyakitkan.

Dengan sengaja, para supporter yang menggunakan aribut PSBI dan Laskar Singolodro itu menyulut petasan dan kembang api. Sontak saja, puluhan aparat keamanan dan panpel langsung mendekati mereka.

Bahkan, ribuan Boromania juga mencemooh prilaku tidak simpatik Laskar Singolodro itu. Tak ingin pertandingan di Bojonegoro yang selama ini aman-aman saja tercoreng, panpel mengusir supporter tersebut dari tribun sebelumnya.

Takut ada kerusuhan dan penyerangan dari Boromania yang kecewa dengan ulah supporter tamu itu, maka panpel dan aparat keamanan menindahkan mereka menuju ke tempat dibawah tribun VIP atau disebelah barat lapangan pertandingan.

Namun, saat perjalanan menuju ke tempat yang baru, sempat ada pelemparan yang dilakukan supporter tuan rumah kepada Laskar Singolodro. Mereka cukup jengkel dengan ulah norak supporter Blitar itu.

“Kok bisa mereka melakukan aksi konyol seperti itu. Untung saja tidak kami serang,” kata salah seorang supporter asal Kecamatan Purwosari, Huda, yang kesal dengan ulah suporter itu.

Menurutnya, selama ini pertandingan di Bojonegoro selalu diwarnai oleh aksi yang simpatik dari supporter tuan rumah maupun tim tamu yang terkadang ikut hadir.
“Namun kali ini Laskar Singolodro tidak menghargai Boromania sebagai tuan rumah,” sambungnya.

Hal senada dikatakan oleh salah seorang panpel yang ikut menenangkan supporter tamu itu. “Jangan sampai kita yang kena sanksi dari PSSI, karena ulah supporter tamu. Makanya kami pindahkan ke tempat yang lebih aman,” terangnya. (dul/kun/beritajatim.com)