Ditantang, Kup Yanto Sebut Nama Maksum Amin-Tamam

Penyebutkan nama DPRD Bojonegoro menerima aliran dana Persibo Rp 2 miliar di tahun 2008 membuat “panas” dua anggota dewan setempat. Ketua Komisi A Agus Susanto Rismanto meminta mantan pengurus tim Persibo memberikan nama penerima dana tersebut. “Saya minta langsung tunjuk hidung saja,” tantang Agus Susanto.

Dia menuturkan, penerima dana itu bukanlah lembaga DPRD. Namun, pribadi. Dia juga memastikan tidak semua anggota DPRD mengetahui aliran dana tersebut.

Hal senada juga disampaikan Ketua FPDIP Agus Sugianto. Dia menuturkan bahwa penyebutkan nama lembaga kurang etis. Menurut dia, dalam masalah ini, lembaga DPRD sama sekali tidak bersalah. “Karena itu sebut saya nama penerimanya,” pintanya.

Mantan Manajer Persibo Letkol Inf Kup Yanto Setyono seakan tidak takut dengan tantangan tersebut. Dia pun blak-blakan menjelaskan bahwa penerima dana Persibo adalah pimpinan DPRD. Kup Yanto menuturkan, dirinya sendiri yang menyerahkan uang kepada Maksum Amin, wakil ketua DPRD setempat. “Nilainya Rp 720 juta,” ujarnya.

Hanya, pemberian itu kapan dilakukan, Kup Yanto menyatakan lupa. Dia memastikan dana tersebut diterima Maksum Amin sendiri. Saat itu, dana tersebut katanya akan dibagikan kepada anggota DPRD yang masuk dalam panitia anggaran. “Tapi kalau pembagiannya saya tidak tahu,” ujarnya.

Sementara dana sekitar Rp 250 juta lainnya juga mengalir ke pimpinan DPRD. Kup Yanto lalu menyebut nama Ketua DPRD Tamam Syaifuddin. “Tapi yang tahu Pak Mun’im,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, mantan Asisten Manajer Bidang Keuangan Persibo Abdul Mun’im mengakui hal itu. Dia menuturkan pemberian uang ke Tamam terbagi tiga tahap. Rinciannya, Rp 150 juta dan dua kali Rp 50 juta dan terakhir Rp 30 juta. “Totalnya Rp 280 juta dan diberikan Januari sebelum APBD didok,” katanya.

Mun’im memastikan dirinya sendiri yang mengantarkan dana tersebut. Penyerahan itu dilakukan di rumah Tamam bersama beberap rekan manajemen Persibo.

Terkait Rp 1 miliar lainnya, dia menuturkan, uang itu ditransfer ke rekening Bank Muamalat milik Pemkab. Menurut Mun’im, transfer itu diketahui Kabag Keuangan (saat itu) Zainurri. “Dan masuk rekening penampung, istilahnya atas namanya saya gak tahu,” katanya.

Sementara itu, baik Tamam Syaifuddin maupun Maksum Amin belum berhasil dikonfirmasi wartawan koran ini. Saat dihubungi melalui ponsel, terdengar nada sambung aktif. Namun, ponsel tersebut tak diangkat yang bersangkutan. Wartawan koran ini juga mencoba menghubungi nomor ponsel lainnya milik dua wakil rakyat itu. Juga tidak diangkat.

Pemkab Gelar Rapat
Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI (bukan BPKP seperti tertulis sebelumnya) terkait dana Persibo disikapi serius pemkab setempat. Mereka kemarin (2/7) mengelar rapat internal.

Sekkab Suhadi Moeljono menjelaskan, rapat itu dipimpinnya sendiri. “Yang hadir adalah pejabat terkait seperti dinas pendapatan dan asisten,” katanya.

Dia menjelaskan, dari berbagai temuan BPK, dana Persibo menjadi masalah yang terbesar. Sementara pos lainnya hanya masalah administrasi. “Karena itu ada beberapa keputusan,” ujarnya.

Salah satunya, pemkab akan mengirim surat kepada manajemen Persibo. “Isinya terkait temuan BPK tentang adanya potensi kerugian negara yang nilainya mencapai Rp 2 miliar,” imbuhnya.

Dia menambahkan, dalam surat itu akan dijelaskan adanya waktu dua bulan guna melakukan perbaikan agar potensi kerugian negara tidak berkembang menjadi kerugian negara. “Termasuk salah satunya adalah mengembalikan uang tersebut,” katanya. (ade/jpnn)