Ditunda Dua Minggu

Persibo BojonegoroSemua pertandingan Persibo Bojonegoro yang tersisa, baik di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia maupun Copa Indonesia, ditunda selama dua minggu.

Hal itu diungkapkan Asisten Manajer Bidang Keuangan Abdul Mun’im yang mengikuti manager meeting di Sheraton Hotel, Surabaya, kemarin (14/3) sore. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono.

Mun`im menjelaskan, secara umum penundaan seluruh laga kompetisi, baik untuk Divisi Utama maupun Superliga, adalah dua minggu. Pengunduran laga dimulai kemarin sampai 12 April mendatang. “Intinya, 12 April sudah mulai (bertanding, Red) lagi,” katanya.

Penundaan ini, lanjut dia, membuat Persibo mengalami kerugian. Sebab, sebelumnya tim berjuluk Laskar Angling Dharma ini sudah memesan tiket pesawat dan akomodasi untuk laga melawan Persigo di Gorontalo dan versus Persibom di Bolaang Mangondouw.

Karena adanya penundaan pertandingan, terang Mun`im, manajemen terpaksa juga membatalkan tiket pesawat dan akomodasi. Meski demikian, manajemen tetap kena potongan 25 persen. Sehingga, Rp 40 juta uang Persibo terbuang sia-sia karena penundaan ini. “Belum lagi gaji pemain yang mundur selama sebulan dari perkiraan awal,” keluhnya.

Dia menjelaskan, jika ditotal Persibo harus menambah beban biaya kompetisi antara Rp 350 juta sampai Rp 400 juta. Namun, kondisi ini juga dialami klub-klub lain. “Semua klub memang protes. Tapi, intinya bukan di PSSI atau BLI melainkan tidak ada izin selama kampanye dari pihak keamanan,” tegasnya.

Karena itu, dalam waktu dekat manajemen akan memanggil beberapa pemain yang kontraknya berakhir April. Meski, ada juga yang kontraknya baru berakhir Juni nanti. “Itu akan dibahas di tingkat manajemen dalam beberapa hari mendatang,” imbuhnya.

Mun`im menambahkan, sebenarnya semua klub, termasuk Persibo, berharap kompetisi tak berhenti. Namun, karena semua di luar perkiraan, semua klub dan PSSI tidak bisa berbuat banyak. “Ya mau bagaimana lagi,” tegasnya. (ade/rb)