Divisi Utama Belum Pasti 18 Tim

Seperti dalam postingan sebelumnya tentang ketidakpastian jumlah kontestan Divisi Utama tahun 2008 yang diungkapkan oleh Anggota Eksekutif Bidang Timnas PSSI, M. Zein. Kali ini Ketua Umum PSSI Nurdin Halid langsung yang berbicara, dikutip dari Indopos.

Nudin Halid, Ketua Umum PSSI Bakal Kembali Inkonsisten
Regulasi kembali dilanggar. Inkonsistensi diperlihatkan lagi. Sepertinya itulah yang akan terjadi dan dilakukan PSSI di bawah pimpinan Nurdin Halid. Lho kok? Itu menyangkut perhelatan kompetisi nasional musim depan. Sesuai Manual Liga Indonesia (MLI) tahun ini, kompetisi tertinggi di Indonesia adalah Superliga. Penghuni Superliga merupakan tim-tim Divisi Utama yang mampu nangkring di posisi sembilan besar di masing-masing grup pada akhir musim nanti.

Untuk Divisi Utama 2008 sendiri nantinya akan diisi 18 kontestan. Jumlah tersebut diambil dari sepuluh tim yang mampu bertahan di Divisi Utama ditambah delapan tim promosi dari Divisi I. Mereka yang promosi adalah tim-tim yang berhasil menempati posisi satu dan dua di masing-masing grup Divisi I musim ini.

Tapi benarkah akan seperti itu? “Untuk Superliga sudah pasti 18, sedang untuk Divisi Utama masih dalam pengkajian di rapat kerja PSSI dua hari besok (hari ini dan Minggu, red),” ungkap Nurdin Halid, ketua umum PSSI, seusai acara pelantikan pengurus pusat PSSI periode 2007-2011, kemarin siang.

“Saat ini kami punya tiga opsi untuk menggelar kompetisi Divisi I musim depan. Opsi pertama tetap 18 tim yang tergabung dalam satu wilayah. Opsi kedua kami bagi dua wilayah dan opsi ketiga kami bagi tiga wilayah. Untuk jumlah itulah yang masih kami kaji,” imbuhnya.

Penuturan Nurdin tersebut jelas menjadi pertanda bahwa PSSI bakal kembali inkonsisten. Otoritas sepak bola Indonesia itu akan kembali menganulir aturan-aturan yang sudah mereka buat sebelumnya. Sebuah peristiwa yang mengingatkan pada gelaran Divisi Utama dalam tiga musim

sebelumnya.

Dalam masa tersebut selalu saja ada kebijakkan PSSI yang mengebiri regulasi yang dibuatnya sendiri. Penghapusan degradasi Divisi Utama pada musim lalu menjadi contohnya.

“Wacana yang kami bahas ini merupakan hasil pertimbangan kami akan masalah geografis dan kualitas. Kami tidak ingin klub mendapat beban lebih dalam pendanaan karena faktor geografis. Kami juga ingin klub-klub yang ada di Divisi Utama tidak merasa stratanya turun karena masalah kualitas,” dalih Nurdin.

“Karena itu, kami membahasnya di rapat kerja. Hasil rapat kerja itu akan kami bawa ke Raparnas diperluas. Intinya kami mengusulkan, keputusan

akhir ada di tangan peserta Raparnas diperluas,” sambungnya.

Sekadar diketahui, Raparnas tersebut bakal dihajat medio Oktober mendatang di Bali. Cuma ada yang tidak biasa dengan penyebutan nama Raparnas yang ada diembel-embel diperluas pada bagian belakangnya.

“Kalau Raparnas itu kan diikuti oleh pengurus PSSI dan Pengda-Pengda. Dalam Raparnas nanti kami juga mengundang tim-tim yang berpotensi lolos ke Superliga dan Divisi Utama musim depan,” ujar Nurdin. (fim)
(sumber : Indopos)