DPRD: Boromania Hanya Jadi Alat Manajemen

DPRD Bojonegoro menganggap para suporter Persibo diperalat oleh manajemen Persibo Bojonegoro. Hal itu dilakukan agar dana untuk Persibo tidak dipangkas.

“Sebenarnya Boromania harus sadar dengan kondisi Persibo saat ini. Mereka hanya diperalat saja,” kata anggota DPRD Bojonegoro, Ali Huda, Selasa (8/12/2009).

Awal mula pengurangan anggaran untuk KONI Bojonegoro, kata Ali Huda, pada saat prestasi Persibo jeblok. Apalagi, pengelolaan uang di manajemen amburadul.

“Awalnya anggaran yang diajukan oleh eksekutif adalah Rp 5,5 miliar, namun kami pangkas Rp 1 miliar. Dan kebanyakan adalah untuk Persibo,” tegasnya.

Pemesanan lampu pada tahun ini menurutnya hanya sebagai alibi saja. “Sebenarnya semuanya sangat kooperatif dan menyetujui. Namun, kami ingin bukti dari Persibo. Nanti kalau ada tanda-tanda akan ke superliga, kan bisa dianggarkan melalui PAK APBD,” lanjutnya.

Pihaknya meminta, dalam beberapa bulan ke depan manajemen Persibo harus dibenahi dan sebersih mungkin. “Supporter seharusnya dewasa dan bisa mengerti kondisi Persibo kali ini. Kalau berprestasi dan manajemen bersih, semuanya pasti
mendukung,” sambungnya.

Salah seorang pengurus Persibo, Djasmo mendesak agar Ali Huda meminta maaf melalui media massa. “Sebab, ia yang awalnya memicu masalah ini dan yang juga bertanggungjawab,” katanya.

Bahkan, pada aksi besok para supporter juga tidak akan bersedia ditemui anggota dewan lain, kecuali hanya Ali Huda seorang. Sebab, ia yang telah menantang masyarakat yang cinta bola. “Kami minta ia bertanggungjawab dan jangan hanya ngomong saja. Besok, kami tidak akan pulang sebelum ditemui Ali Huda,” tegasnya.(dul/eda/bjc)