Duel Tim Terluka

Duel tim terluka bakal tersaji pada laga lanjutan kompetisi divisi utama wilayah tiga nanti sore. Persibo Bojonegoro yang di laga 3 Desember lalu takluk dari Persipro Probolinggo bakal menantang PSBI Blitar. Di laga sebelumnya, tim polesan Putut W. itu juga gagal mengais poin saat melawan PS Mojokerto Putra.

“Laga ini memang berat,” kata pelatih Persibo Sartono Anwar.

Secara klasemen, Persibo sebenarnya lebih unggul. Tim berkostum kebesaran oranye itu sudah mengemas tiga poin hasil menang lawan Persigo Gorontalo di laga perdana. Sementara PSBI belum meraih poin dari tiga laga yang dijalaninya.

Sartono Anwar menyatakan, bakal ada perubahan di lini belakang pasukannya dalam pertandingan yang dihelat di Gelora Supriyadi Blitar tersebut. Stopper Aris Tuansyah yang absen di dua laga sebelumnya, bakal dimainkan nanti sore. Bahkan, dia didapuk sebagai kapten tim yang sebelumnya dipegang Victor da Silva. Di lini belakang, Aris bakal menggalang kekuatan bersama Victor dan Steven Eko.

Dengan materi pemain yang lebih komplet, Sartono menyatakan bisa leluasa menurunkan pemain sesuai kebutuhannya. “Hanya kita minta anak-anak tak terpengaruh penonton,” pintanya.

Untuk menggempur pertahanan lawan, Sartono bakal memercayakan pada duet Busari dan Pierre Sakoli. Menurut mantan pelatih PSIS Semarang itu, PSBI Blitar merupakan tim yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi, Persibo memiliki pengalaman pahit saat berjumpa dengan PSBI. Tim kebanggaan warga Kota Ledre ini pernah kalah dari PSBI di Liga Jatim beberapa waktu lalu.

Tim tuan rumah diprediksi memiliki motivasi tinggi saat jumpa Persibo. Selain ingin mengulangi sukses mereka di ajang Liga Jatim lalu, PSBI ingin memecah telur poin. Mereka juga tak ingin malu dua kali di kandang.

Menurut Sartono, PSBI diperkuat pemain berpengalaman. Sebut saja, Ekki S., mantan penjaga gawang Persebaya Surabaya; Bertha Yuana, mantan punggawa Persik Kediri; dan Christian Lenglolo, mantan pemain Persema Malang.

Sartono menjelaskan, jika anak asuhnya bermain maksimal, maka Persibo kemungkinan bisa meraih poin. Bukan hanya satu poin, namun poin absolut tiga. “Kalau strategi tergantung di lapangan nanti,” katanya.

Menurut dia, anak asuhnya bakal diminta bermain normal dalam 15 menit pertama. Setelah itu, strategi tergantung dari kondisi yang ada. “Intinya kita memaksimalkan serangan balik tanpa mengurangi kemampuan untuk bertahan,” ujarnya. (ade/jpnn)