Edy Paryono Kecewa, Sartono Lebih Kecewa

Kekecewaan tampak tergambar di muka pelatih Semarang United, Edi Paryono, seusai pertandingan di Stadion Letjen H Soedirman, Bojonegoro, Minggu (24/4/2011).

Bagaimana tidak. Tim yang diarsitekinya dibantai tuan rumah, Persibo Bojonegoro dengan skor cukup telak, yakni 3-1. Gol-gol yang tercipta juga hasil kreasi yang cukup apik antar pemain Laskar Angling Dharma. “Bagaimanapun juga tetap kecewa, tetapi kami memang kedodoran,” kata Edi setelah pertandingan berakhir.

Diterangkan, jika pada babak pertama dan kedua, kedua tim mempertontonkan permainan yang sangat enak ditonton. Saling serang, walaupun berjalan cukup keras. “Semuanya masih berjalan dengan fairplay dan tidak masalah,” jelasnya.

Mengenai keputusan wasit yang memimpin pertandingan, Edi menganggap semuanya baik. Walaupun toh empat kartu kuning dan satu kartu merah diterima pemainnya. “Wasit cukup bagus dan kami menerima hasil pertandingan ini,” lanjutnya.

Ia berharap, pada pertandingan selanjutnya para pemain segera berbenah dan pihaknya juga akan mengevaluasi total tim. “Ada banyak kesalahan yang dilakukan pemain, khususnya salah komunikasi,” terangnya.

Secara terpisah, Pelatih Persibo Bojonegoro, Sartono Anwar mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit. Banyak peluang yang seharusnya bisa dimanfaatkan anak asuhnya, hilang karena wasit terlalu sering meniup peluit. “Tetapi, hasilnya cukup bagus dan kami senang karena bisa memenangkan pertandingan,” tegas Sartono.

Walaupun menang dengan skor cukup besar, tetapi, menurutnya, masih banyak yang harus terus dibenahi. Khususnya konsentrasi di barisan pertahanan. “Kita lihat tadi saat gol yang diciptakan Quintery Raffael karena salah komunikasi dan koordinasi,” lanjutnya.(air/dul/beritajatim.com)