Euforia setelah Persibo Lolos ISL dan Juara Divisi Utama

Herry Ingin Lunasi Rumah, Irfan untuk Biaya Persalinan
Para pemain Persibo Bojonegoro tak pernah menduga kalau mereka bakal keluar sebagai juara Divisi Utama musim ini. Sebab, sejak awal mereka hanya ditarget mampu lolos ke superliga. Mereka pun mendapat bonus yang tidak sedikit.

Suasana suka cita dirasakan begitu mendalam oleh para pemain. Usai Jajang Paliama sukses menjalankan tugasnya mengeksekusi penalti, Persibo memastikan menang 3-1 atas Deltras Sidoarjo, di Stadion Manahan Solo, Sabtu (29/5) malam. Persibo tampil sebagai kampiun, mencetak sejarah baru: juara Divisi Utama musim 2009/2010.

Kemenangan inipun tampaknya akan berbanding lurus dengan membanjirnya bonus yang segera diterima para pemain. Sebelumnya, selama perhelatan semifinal Divisi Utama para pemain menerima bonus lolos ke superliga sebesar Rp 500 juta. Selain itu, dua kali kemenangan mereka di semifinal berbuah bonus total Rp 150 juta. Sehingga, selama semifinal, Persibo menerima bonus Rp 650 juta. Jumlah ini belum termasuk bonus Rp 500 juta yang diterima Persibo sebagai kampiun Divisi Utama.

Mau dikemanakan saja uang tersebut. “Kalau kamu tanya uang bonus untuk apa, kamu tanya bos saya saja,” elak Kapten Tim Persibo Victor Da Silva. Yang dimaksud Victor sebagai bos adalah sang istri. Pemain yang dinobatkan sebagai pemain terbaik Divisi Utama itu memang menyerahkan sepenuhnya pengelolaan uang, termasuk bonus, kepada istrinya yang dia sebut sebagai manajer.

Hanya, yang jelas Victor akan menjadikan bonus tersebut untuk menambah pundi-pundi tabungannya. Sebab, dia tak selamanya akan bermain sepak bola. “Saya kan sudah punya rumah, mobil, dan istri yang baik,” katanya sambil tersenyum.

Hal berbeda diungkapkan penjaga gawang Persibo Herry Prasetyo. Dia mengungkapkan, uang bonus itu nantinya akan dimanfaatkan untuk melunasi pembelian rumah di Malang. “Saya sudah beli (rumah), tapi uangnya masih kurang. Kalau bonus kisaran saya bisa dapat Rp 30 juta,” tegasnya.

Karena itu, uang yang akan diterimanya nanti akan langsung dibayarkan agar rumah itu bisa sepenuhnya menjadi miliknya. Intinya, selama ini dia memang fokus dalam membeli rumah dengan menyisihkan sebagian gajinya dari bermain bola. “Satu satu dulu. Kalau untuk menikah, saya belum berpikir,” imbuhnya.

Bagaimana dengan M. Irfan? Dia mengungkapkan, semua uang yang didapatkan tahun ini akan dimanfaatkan guna persiapan kelahiran anaknya. Diperkirakan, anaknya akan lahir 5 Juni nanti. “Ya ini rezekinya jabang bayi,” ujarnya. Sisa uang itu, baru kemudian akan ditabungkan oleh Irfan guna pendidikan anaknya kelak. Meski sudah mengantarkan Persibo menjadi jawara Divisi Utama, Irfan masih berdebar menunggu kelahiran anak pertamanya. “Doakan semua lancar ya,” pintanya.

Sedangkan Jajang Paliama, justru belum ada rencana memanfaatkan uang bonus tersebut. Sebab, sampai saat ini dia belum percaya kalau dirinya dan teman-temannya mampu mengantarkan Persibo menjadi jawara Divisi Utama.

Sementara itu, Sabtu malam lalu, pendapa Malawapati Pemkab Bojonegoro tampak amat ramai. Sekitar seribu warga memadati pendapa untuk melihat pertandingan final Divisi Utama antara Persibo versus Deltras. Sebuah layar terpasang tepat di tengah ruang. Saat itu pertandingan sudah memasuki beberapa menit. Suara bergemuruh, terus menggema di setiap sudut ruang. Mereka mendendangkan lagu kebanggaan tim Persibo. Persis seperti menonton pertandingan di Stadion Manahan Solo, tempat berlangsungnya laga final Persibo melawan Deltras. “Yo ayo, ayo Persibo,” teriak mereka, di sepanjang laga.

Nonton bareng di pendapa kemarin sebagai salah satu bukti dukungan warga Bojonegoro terhadap Persibo untuk menjuarai Divisi Utama. Acara nonton bareng juga dilakukan di berbagai tempat di Bojonegoro, termasuk di balai Desa Wedi, Kecamatan Kapas, yang diadakan oleh Karang Taruna desa setempat.

Warga yang nontong bareng di pendapa duduk beralas karpet merah. Mereka mulai menonton aksi tim kesayangannya sejak pukul 19.00. Suasana tegang terjadi saat adu tendangan penalti. Suasana lebih bergemuruh saat dua pemain Persibo mampu melesakkan bola ke gawang. Sedangkan dua pemain Deltras gagal. Namun, suasana berubah hening saat tendangan Abel Cielo mampu ditepis kiper Deltras. Pada akhirnya, semua warga yang nonton bareng bersorak ketika Persibo sukses menang dalam adu penalti.

Saking semangatnya, beberapa meja di pandapa setempat hancur karena terinjak penonton. Selain itu, beberapa pot bunga juga pecah. “Kita bersyukur Persibo menjadi juara dan antusiasme warga saat menonton bareng patut menjadi kebanggaan,” kata Wabup Setyo Hartono. (*/fiq/TONNY A.I.-NITIS S.)