F. X. Tjahjono, Pelatih Kiper Baru Persibo Bojonegoro

Punya Akademi Khusus agar Total Tularkan Ilmu
Pergantian tim pelatih terjadi di Persibo Bojonegoro. Alan Haviludin sebagai pelatih kiper digantikan F. X. Tjahjono. Tapi, sosok itu tidak asing bagi pelatih kepala, Sartono Anwar.

DIAR CANDRA, Sidoarjo

USIANYA tak lagi muda. Keriput telah menghiasi dahi, pipi, dan dagunya. Tapi, jejak ketuaannya itu langsung lenyap ketika diajak berbicara soal sepak bola. Dengan penuh semangat, bapak dua anak itu memaparkan pengalamannya selama 35 tahun di kancah olahraga kulit bundar.

fx cahyono pelatih kiper persibo

“Saya ini hidup dari sepak bola. Bagaimana tidak semangat kalau bicara bola?” kata F. X. Tjahjono, pelatih kiper Persibo yang baru, kemarin (31/8) di Hotel Istana, Sidoarjo.

Bagi pria yang akrab dipanggil FX itu, cerita pahit maupun manis di sepak bola Indonesia jadi pelajaran. Nah, dari pengalamannya bergelut di posisi kiper, lahirlah ide untuk mendirikan SSB (sekolah sepak bola) khusus.

“Sebenarnya pendirian ini sumbangsih banyak teman dan sahabat. Tapi, yang obong-obong (membakar) dan menyemangati ya Pak Sartono (Anwar),” ucap pria 54 tahun tersebut.

Secara terbuka, FX mengakui bahwa perhatian di Indonesia untuk posisi kiper sangatlah minim. Bahkan, posisi itu bisa dibilang dianaktirikan. “Lihat saja materi-materi pelatihan di SSB se-Indonesia. Jarang sekali yang menyentuh dasar-dasar kemampuan kiper,” ujar kiper nasional pada akhir 1970-an hingga pertengahan 1980-an itu.

Akhirnya, pada 17 Agustus 2010 FX mendirikan sebuah akademi sepak bola khusus kiper. Akademi tersebut dinamai Goal Keeper Academy Semarang. Sampai saat ini, akademi tersebut memiliki 30 siswa. Usianya pun beragam, mulai KU-10 sampai KU-21.

SSB tersebut menggelar latihan empat kali sepekan tiap sore di lapangan Sumberhate, Tembalang, Semarang. Pelatihnya pun tak perlu diragukan lagi. Tiga-tiganya -Rosadi, Agus, dan Budi Cipto- memiliki lisensi kepelatihan kiper nasional. “Saya ingin total dalam menularkan ilmu,” papar mantan kiper yang mengawali karir di tim PSIS Semarang Junior pada 1976 itu.

Di sisi lain, FX merasa sangat bahagia karena bisa bergabung sebagai pelatih kiper di skuad Persibo musim ini. Alasan utamanya, dia bisa bergabung dengan guru, bapak, teman, sekaligus panutannya, Sartono Anwar. “Saya bisa dibilang berutang budi kepada Pak Sartono,” ucap FX.

Ceritanya, pada 1978, saat masih bergabung dengan PS Undip, FX bermain sebagai bek. Tiba-tiba jelang pertandingan kiper utama PS Undip tak datang karena sakit. Kiper Jateng di PON 1981 itu pun akhirnya dijadikan pengganti. Ternyata kiprah perdananya itu menarik perhatian Sartono Anwar, pelatih PSIS Senior, yang kebetulan menonton pertandingan.

Sejak itulah, Sartono memasukkan FX di skuad PSIS Junior. “Refleks dan ketenangan FX juara. Pokoknya bisa diandalkan,” puji Sartono kemarin (31/8).

Sejak itulah petualangan FX di kancah sepak bola Indonesia dimulai. PSIS Semarang, Tunas Inti, Tempo Utama, dan UMS 80 adalah sederet klub yang pernah dibelanya.

Setelah pensiun pada 1988, FX melanjutkan karirnya sebagai pelatih kiper. PSIS, BPD Jateng, Putra Samarinda (Pusam), Arema Malang, Persipur Purwodadi, dan Persita Tangerang pernah ditanganinya.

Yang paling berkesan bagi dia adalah ketika mengantar Arema dalam menjuarai Copa Indonesia dua kali pada 2005 dan 2006. “Saya menangani Kurnia Sandy dan Ahmad Kurniawan saat itu,” papar FX. (*/c13/diq/jpnn)

image: facebook Persibo Bojonegoro fanpage