Fokus Hadapi Arema

Persibo Bojonegoro mulai fokus menghadapi Copa Indonesia. Tim berjuluk Laskar Angling Dharma itu akan berhadapan dengan Arema Malang Minggu (23/11) nanti. Kebetulan, Arema saat ini ditangani Gusnul Yakin, mantan pelatih Persibo.

Karena alasan tersebut, manajemen tim berkostum kebesaran oranye itu tak akan mendatangkan pemain seleksi lagi dalam beberapa hari ini.

Asisten Manajer Bidang Teknis Persibo Imam Sardjono menyatakan, beberapa pemain seleksi akan didatangkan usai pagelaran Copa Indonesia. Dia mengaku telah dihubungi sejumlah pemain asing dan lokal yang ingin mengadu nasib di Persibo. “Namun saya minta datang setelah Copa saja, agar lebih leluasa,” tuturnya.

Dari sejumlah pemain tersebut, lanjut dia, ada striker Roberto Kwateh asal PSIR Rembang. “Tapi kita lihat saja nanti,” pintanya.

Seperti diberitakan, Selasa lalu tujuh pemain melamar ke Persibo. Mereka di antaranya, Jatmiko, mantan pemain Persela Lamongan dan Gresik United, serta Yudi, mantan striker Persida Sidoarjo.

Pelatih Persibo Sartono Anwar menyatakan, dirinya membutuhkan waktu untuk melihat tujuh pemain yang melamar. “Saya butuh satu dua hari lagi untuk pastikan,” kata Sartono usai memimpin latihan kemarin.

Dia menjelaskan, sebenarnya dirinya telah memiliki gambaran siapa yang lolos seleksi dari tujuh pemain itu. Namun, dia tak ingin tergesa-gesa memutuskan.

Sementara itu, dalam latihan di lapangan Sekolah Model Terpadu (SMT) Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Sartono belum memberikan latihan strategi permainan khusus.

Usai pemanasan, mantan pelatin timnas itu memilih membagi anak asuhnya menjadi empat tim. Setiap tim, beranggotakan enam pemain, termasuk kiper. Selanjutnya, mereka diminta membagi diri menjadi dua kelompok. Dua kelompok ini saling berhadapan.

“Begitu ada peluang, langsung tembak,” kata Sartono memberikan isntruksi kepada para pemainnya.

Sesekali, Sartono menghentikan permainan karena alur bola tak sesuai dengan keinginannya. Dia lalu memberikan penjelasan bagaimana alur bola seharusnya. Setelah itu, Sartono menginstruksikan pemain yang ada melakukan game dengan lapangan penuh. “Ayo Mardi (Sumardi, Red) jangan salah lagi,” teriaknya dari tepi lapangan. (ade)
( Sumber : Radar Bojonegoro )