Gabung LPI, Persibo Hadapi Tantangan

Sempat beberapa waktu bimbang dan menutup diri, akhirnya secara resmi Persibo Bojonegoro menyatakan diri ikut Liga Primer Indonesia (LPI) yang digagas pengusaha Arifin Panigoro.

Manajer Persibo Bojonegoro, Letkol Inf Taufiq Risnendar, Kamis (23/12/2010), kepada beritajatim.com dengan tegas menyatakan, jika Laskar Angling Dharma sekarang ini sudah resmi ikut LPI. “Memang benar, menejemen telah melakukan rapat dan pertemuan di Jakarta. Hasilnya, kami bergabung dengan LPI dan mengundurkan diri dari Indonesia Super League (ISL),” jelasnya.

Ada tiga alasan kuat mengapa pihaknya lebih condong kepada LPI. Yakni masalah finansial yang sejauh ini menerpa manajemen, khususnya belum bisa membayar gaji pemain hingga selama tiga bulan.

Yang kedua terkait dengan 8 pemain Persibo Bojonegoro yang hingga sekarang ini masih terbelit sanksi dari PSSI dan terancam tidak bisa dimainkan. Sebab, menejemen belum bisa membayar denda kepada Komisi Disiplin (Komdis).

“Alasan terakhir adalah PT Persibo yang sudah berdiri dan memaksa untuk tidak bisa lagi “menyusu” kepada APBD. Padahal, selama ini dana yang ada di menejemen selalu menggantungkan dari Pemkab Bojonegoro. “Saat memutuskan untuk mengikuti LPI, memang ada yang menolak dari masyarakat Bojonegoro, tetapi itu tidak masalah,” jelasnya.

Sekarang ini menejemen terus mematangkan persiapan untuk menghadapi kompetisi LPI yang rencananya akan mulai digelar 8 Januari mendatang. “Semuanya hampir selesai, termasuk rangkaian uji coba ke Malaysia, juga dalam rangka mempersiapkan anak asuh Sartono Anwar,” lanjutnya.

Dengan ikutnya Persibo ke LPI, kemungkinan besar guncangan dari PSSI pimpinan Nurdin Halid bisa jadi terus gencar. Oleh karena itu, manajamen telah melakukan serangkaian antisipasi dan berkoordinasi dengan pihak LPI. Sebab, semua prosedur sudah dijalankan dan tinggal finishing saja. (dul/kun/beritajatim.com)