Gelar 2 Partai, Persibo Laba Rp 300 Juta

Berbeda dengan empat partai kandang sebelumnya, dua partai yang dihelat di Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro benar-benar bisa membuat Panpel Persibo bisa tersenyum lebar. Karena, dari dua laga kandang yang telah dilalui, yakni partai Persibo menjamu Bontang FC dan Persisam, panpel bisa mengeruk pendapatan sampai Rp 300 juta lebih.

Jumlah tersebut bertambah lebih banyak jika pemasukan dari lahan parkir dan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar stadion ditambahkan langsung. Seperti diketahui, saat dua laga tersebut digelar di kandang sendiri, yakni di Kota Bojonegoro, para penontong cukup banyak memadati stadion. Walaupun kedua pertandingan tersebut disiarkan langsung oleh salah satu televisi swasta.

Sekretaris Panpel Persibo, Donny Bayu Setiawan, kepada beritajatim.com, Minggu (21/11/2010) membenarkan pemasukan panpel sekitar Rp 300 juta lebih. “Jumlah pemasukan tersebut hanya dari tiket saja yang masuk ke panpel,” katanya.

Dijelaskannya, untuk tiket ekonomi dan VIP yang dicetak oleh panpel, semuanya terbeli dan itu menjadikan pemasukan yang cukup besar. “Namun, untuk biaya operasional juga diambilkan dari tiket,” lanjutnya.

Dengan diambil biaya operasional, kurang lebih masih ada Rp 200 juta yang diberikan kepada manajemen untuk tambahan biaya Persibo Bojonegoro. “Jika ditotal semuanya, termasuk dari parkir dan PKL, hampir mendekati Rp 400 juta untuk dua kali laga kandang,” sambungnya.

Ditanya mengenai operasional panpel? Donny menegaskan, jika untuk menyiapkan perangkat pertandingan, menjamu tim lawan, tim keamanan dan lain-lain, sekitar ada Rp 100 juta lebih. “Kami bersyukur, karena semuanya berjalan dengan lancar dan kedua pertandingan tersebut juga bisa dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Bojonegoro,” terangnya.

Pemasukan tersebut berbanding terbalik saat Persibo menjamu lawan-lawannya di Stadion Brawijaya Kota Kediri. Karena, untuk menggelar pertandingan disana dan biaya akomodasi tim, dibutuhkan dana Rp 150 juta untuk sekali pertandingan. Sehingga, jumlah tersebut berbalik menjadi pemasukan saat Laskar Angling Dharma menjamu lawannya di Kabupaten Bojonegoro.(dul/but/beritajatim.com)