Harga Tiket Yang Cukup Mahal

Dikirim: Purnomo, fphoer@yahoo.com

Minggu, 29 November 2009 laskar Angling Dharma akan melakoni laga pembuka dalam gelaran kompetisi Liga Indonesia melawan tamunya Persigo Gorontalo. Beberapa masyarakat cukup antusias menyambut laga yang akan berlangsung di stadion kebanggaan masyarakat Bojonegoro, namun tidak sedikit masyarakat yang menanggapinya secara dingin. Hal itu disebabkan karena harga tiket masuk (HTM) yang akan diberlakukan dinilai cukup tinggi.

Seperti diberitahukan sebelumnya, bahwa Panitia Penyelenggara pertandingan Persibo Bojonegoro mulai musim kompetisi 2009/2010 akan menaikkan harga tiket, dari yang sebelumnya Rp. 15.000,- naik menjadi Rp. 20.000,- (Ekonomi). Kenaikan tersebut mendapat tanggapan beragam dari Boromania.

Naiknya harga tiket tentunya patut disesalkan, apalagi jika kenaikan tersebut tidak dibarengi dengan kinerja dan pelayanan yang profesional dari pihak Panpel, pelayanan itu bisa meliputi: lahan parkir, antrean masuk ke dalam stadion yang tidak berjubel, tempat duduk/tribun yang nyaman dalam menyaksikan pertandingan, dll.

Selain memperhatikan aspek pelayanan, harusnya Panpel juga memperhatikan dari aspek sosial. Di musim sebelumnya Harga Tiket Masuk untuk kelas Ekonomi adalah Rp. 15.000,- dengan harga tiket sebesar itu banyak suporter yang tidak membeli tiket sehingga merusak pintu stadion untuk dapat menyaksikan pertandingan. Lalu pertanyaannya bagaimana dengan tahun ini, yang harga tiketnya jauh lebih mahal.

Tidak sepantasnya Panpel mengambil keputusan dengan menaikkan harga tiket. Selain Persibo masih berada dikompetisi nomor dua tanah air, secara umum ekonomi masyarakat Bojonegoro yang belum tumbuh optimal, dirasa cukup memberatkan bagi penonton yang ingin menyaksikan pertandingan secara langsung.

Sebelum menaikkan harga tiket hendaknya Panpel lebih memfokuskan diri melakukan langkah-langkah diantaranya: meminimalisir kebocoran tiket, melakukan dialog dengan Boromania, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan, serta selalu belajar dan belajar untuk dapat menjadi Panpel yang benar-benar profesional.