Iswandi Da’i Cedera Ringan

Persibo BojonegoroKapten tim Persibo Bojonegoro Iswandi Da’i ternyata mengalami cedera ringan saat menghadapi tuan rumah Persis Solo Senin (16/2) lalu. “Kami berharap dia segera sembuh,” kata asisten pelatih Persibo Bambang Pramuji kepada Radar Bojonegoro.

Dia menjelaskan, dalam beberapa hari mendatang, cedera Iswandi diperkirakan sembuh. Sehingga, pemain yang bersangkutan bisa kembali berlatih normal.

Dalam latihan kemarin sore, pemain terbaik kompetisi Divisi I 2007 itu tidak bergabung bersama rekan-rekannya di lapangan Sekolah Model Terpadu (SMT) Desa Sukowati, Kecamatan Kapas. Iswandi hanya berlari-lari kecil mengelilingi lapangan tersebut.

“Ini di-sliding kiper Persis,” kata Iswandi kepada Radar Bojonegoro.

Dia menjelaskan, dirinya mengalami cedera engkel yang relatif ringan. Dibandingkan hari pertama, cedera itu sudah membaik. Karena itu, pemain yang akrab disapa Bobo itu optimis dalam beberapa hari ke depan cedera engkelnya bisa sembuh. “Paling tidak saya bisa ke Bandung bersama kawan-kawan,” katanya.

Sementara itu, dalam latihan kemarin, pelatih Persibo Sartono Anwar mulai memberikan menu latihan khusus kepada para pemain tim kebanggaan warga Kota Ledre ini. Menu itu sebagai persiapan Persibo untuk menghadapi Pelita Jaya Jawa Barat di ajang babak 16 besar Copa Indonesia.

Dalam latihan itu, Sartono didampingi asisten pelatih Bambang Pramuji dan Alan Hafiludin. Awalnya, Sartono membagi anak asuhnya dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok, diisi lima pemain. Sementara penjaga gawang yang ada diminta berlatih bersama Alan.

Sartono kemudian meminta anak asuhnya melakukan game kecil. Sesekali dia meminta para pemain berhenti dan melakukan senam. Setelah itu, mereka kemudian diminta bermain game.

Puas dengan latihan game, pelatih yang suka bertopi itu meminta anak asuhnya latihan mengumpan. Para pemain harus membawa bola dari sisi tepi lapangan dulu. “Ayo pemain pertama! Kalau mau mengumpan, pemain kedua datang. Pemain kedua kalau mau umpan, pemain ketiga datang. Begitu seterusnya,” kata Sartono memberikan instruksi kepada para pemainnya.

Di setiap putaran, Sartono meminta para pemain menambah kecepatan dalam mengiring bola. Setelah dianggap cukup latihan materi tersebut, Sartono lalu meminta anak asuhnya melakukan game di lapangan penuh. “Ya seperti yang anda lihat,” katanya saat ditanya program latihannya. (ade)
(Radar Bojonegoro)