Jadwal Berubah, Persibo Rugi Rp400 Juta

Persibo BojonegoroManajemen Persibo Bojonegoro, Jawa Timur, merugi sekitar Rp400 juta akibat kompetisi divisi utama Liga Indonesia dan Copa Indonesia diundur selama dua pekan.

“Keputusan pengunduran kompetisi dimulai kemarin hingga dimulai lagi pada 12 April mendatang,” kata Asisten Manajer Bidang Keuangan Persibo, Abdim Mun’im, kepada wartawan, Minggu (15/3).

Keputusan pengunduran jadwal kompetisi selama dua pekan tersebut berdasarkan hasil pertemuan antara perwakilan manajemen peserta kompetisi dan Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono di Surabaya.

Dia menjelaskan, akibat pengunduran kompetisi selama dua pekan itu, manajemen Persibo merugi berkisar Rp400 juta lebih, dengan rincian pembatalan laga tandang di Gorontalo dan Bolaang Mangondouw yang akomodasi tiketnya sudah dipesan dan tambahan pengeluaran anggaran gaji para pemain selama sebulan.

Sebenarnya, dalam laga melawan Gorontalo bisa digelar, tetapi karena di Bolaang Mangondouw tidak bisa dilaksanakan, akhirnya kedua laga tandang tersebut dibatalkan semuanya. “Kalau dilaksanakan biayanya justru lebih besar, karena harus pulang pergi,” katanya.

Dengan adanya penundaan itu, tiket pesawat terbang dipotong 25 persen, sehingga ada sekitar Rp40 juta uang yang terbuang. Sedangkan adanya penundaan selama dua pekan itu, mengakibatkan anggaran gaji para pemain bertambah satu bulan yang pengeluarannya berkisar antara Rp350 juta hingga Rp400 juta.

Menurut dia, adanya beban tambahan anggaran akibat adanya penundaan kompetisi selama dua pekan, juga dialami klub lain peserta kompetisi. “Semua klub protes, kenyataannya tidak bisa berbuat banyak, karena intinya tidak ada ijin dari pihak keamanan selama kampanye,” katanya menjelaskan. (kpl/bar/KL)