Jangan Remehkan Persibo

Persibo Bojonegoro semakin tak terbendung. Secara perlahan tim asuhan Paulo Camargo menusuk ke papan atas dan sejajar dengan Semen Padang. Persibo kini mengoleksi 16 angka dari delapan laga dan hanya kalah defisit gol dari Semen Padang yang masih menduduki puncak klasemen.

Kemenangan tipis 1-0 atas Persija Jakarta di Stadion Letjen H Soedirman, Senin (13/2), semakin mengukuhkan Persibo tim paling sulit dikalahkan di kandangnya. Tim berjuluk Laskar Angling Dharma benar-benar bisa memanfaatkan keuntungan mempertandingan laga home lebih banyak di putaran pertama Indonesian Premier League (IPL).

Kapten Persibo Samsul Arif mengungkapkan, tim akan berupaya memberikan hasil terbaik di depan supporter Boromania. Ia senang karena secara umum pemain sudah bisa memanfaatkan dukungan moril dari supporter Boromania yang mendukung langsung di stadion.

“Ada yang berbeda dibanding (musim) sebelumnya. Menurut saya secara tim kami sudah bisa menerjemahkan dukungan langsung supporter di stadion. Tim seperti mendapat spirit yang berbeda ketika ada Boromania. Itu perkembangan yang bagus,” ujar Samsul Arif, ikon Persibo.

Samsul juga memberikan apresiasi kepada Pelatih Paulo Camargo yang memberikan banyak perubahan pada tim. Selain mampu mengangkat kepercayaan diri pemain, Camargo disebutnya sangat pintar mengambil keputusan, misalnya kala tim dilanda cedera pemain.

Aris menunjuk ada sejumlah keputusan penting yang dibuat Camargo dan berpengaruh langsung ke tim. Misalnya seperti saat menurunkan Muhammad Nur Iskandar dan akhirnya mencetak hattrik ke gawang Persijap. Atau dipilihnya Wahyu Teguh yang mencetak gol kemenangan Persibo ketika Iskandar Absen.

“Beberapa keputusan pelatih sangat memengaruhi hasil di lapangan. Ia juga jeli melihat kemampuan pemain. Persibo tak mempunyai pemain bintang tapi sulit dikalahkan. Camargo telah membuat Persibo menjadi tim yang tak bisa diremehkan,” puji Samsul kepada pelatihnya.

Kini, lanjut sang kapten, timnya harus bisa mempertahankan posisi yang diduduki saat ini dan terus menempel Semen Padang. Sebab ia yakin tim di posisi tiga dan seterusnya masih berpotensi menyusul Persibo karena perbedaan angka di klasemen sementara IPL yang cukup rapat.

Sementara, Paulo Camargo sendiri memberikan pujian kepada anak asuhnya yang menunjukkan stabilitas hingga match day kedelapan. Secara khusus ia menyoroti perkembangan pemain muda seperti Wahyu Teguh, Sigit Mieko maupun Bijahil Chalwa yang cukup memuaskan.

Sejak menangani Laskar Angling Dharma, Camargo berhsrat mencetak bintang baru dari Bojonegoro. Itu mulai terlihat dengan mulai apiknya permainan pemain muda. “Pemain muda harus bekerja keras untuk mencapai level tertentu. Saya beri mereka kesempatan agar terus berkembang. Sejauh ini respons sangat bagus,” ucap Camargo. (Kukuh Setiawan (Koran Sindo)/Koran SI/acf)

4 Responses to “Jangan Remehkan Persibo”

  1. konge
    February 15, 2012 at 3:53 pm #

    Tragedi Lumpur Lapindo, Awal Mula
    Kisruh PSSI
    Oleh: Primata Euroasia | 07 February
    2012 | 00:36 WIB

    Dua sahabat itu akhirnya harus
    mengakhiri cerita manis diantara
    mereka. Ya, karena tragedi lumpur
    Lapindo persahabatan yang dirajut
    Nirwan Dermawan Bakrie (NDB)dan
    Arifin Panigoro (AP) akhirnya retak.
    Sudah lama kedua orang kaya di
    Indonesia ini bersahabat, saling
    menolong dalam beberapa
    kesempatan, terutama pada olahraga
    kecintaan mereka, sepakbola. Dari
    persahabatan keduanya-lah sepakbola
    Indonesia mengalami kejayaan. NDB
    dengan pengelolaan liga senior dan
    Timnas PSSI, dan AP dengan
    pembinaan usia muda melalui liga
    Medco, Campina yang tentunya sudah
    direstui oleh PSSI saat itu.
    Jebolnya pengeboran kilang minyak
    milik PT. Lapindo Brantas Inc. di desa
    Renokenongo, tak jauh dari sumur
    Banjar Panji-1 (BJP-1) yang
    mengakibatkan banjir lumpur yang
    menggenangi hampir seluruh desa
    merusak persahabatan NDB dan AP.
    PT. Lapindo Brantas Inc. sendiri
    merupakan perusahaan yang
    komposisi sahamnya 50% dimiliki oleh
    Bakrie grup lewat PT. Energi Mega
    Persada, Medco Energi sebesar 38%
    lewat PT. Medco E&P Brantas serta
    sisanya dimiliki oleh grup Santos. NDB
    menganggap AP lari dari tanggung
    jawab dengan menjual seluruh
    sahamnya saat tragedi lumpur terjadi.
    Sedangkan AP beranggapan Bakrie
    grup-lah yang harus bertanggung
    jawab karena merupakan operator
    dan pemegang saham utama.
    Rusaknya persahabatan antara NDB
    dan AP akhirnya merembet pada
    sepakbola. Saat kedudukan NDB mulai
    goyah dengan maraknya demo pada
    rezim Nurdin Halid, AP muncul
    dengan proyek “breakaway leage”,
    meniru langkah NDB saat membuat
    Galatama dulu. Hingga akhirnya
    dengan membonceng gerakan
    supporter, AP berhasil mendongkel
    NDB dari PSSI.
    NDB yang tersingkirkan rupanya tidak
    terima. Baru 6 bulan menjabat, Djohar
    Arifin, yang sering diidentikkan dengan
    “boneka” AP mulai direcoki. NDB
    memulai dengan proyek
    “pembangkangan” yang menghasilkan
    liga tandingan, sama seperti yang
    dibuat AP. Kemudian dilanjutkan
    dengan pembentukan organisasi
    tandingan untuk mengkudeta
    kepengurusan PSSI saat ini.
    Pertarungan keduanya masih
    berlanjut. Tidak mudah menebak
    siapa pemenangnya. Ibarat dua gajah
    bertarung, para semut yang jadi
    korban. Inilah kondisi persepakbolaan
    Indonesia saat ini. Ketika dua orang
    kaya pecinta bola bertengkar, dengan
    dalih ingin memajukan
    persepakbolaan Indonesia. Para
    supporter dan pemain bola yang jadi
    korban, tidak bisa menikmati sistem
    kompetisi sepakbola yang kondusif,
    yang akan membawa kejayaan
    sepakbola Indonesia.

    [Reply]

  2. BORONISTI
    February 15, 2012 at 11:56 pm #

    boronisti akan sllu mendukung meski dr jauh,,,jgn pernah puas dan jga sllu kekompakan team,,,smoga PERSIBO bs membuktikan bahwa team ini memang layak untuk di takuti lawan” nya…

    [Reply]

  3. garaz
    February 16, 2012 at 8:39 am #

    @Konge : Kowe ki terahe wong endi to lek, Cemeto Koyo antv, TvOne, n Vivanews wek e @bakriemania…
    BOROMANIA Tak Bisa di Provokasi, dengan cara apapun…

    [Reply]

  4. tanda tanya
    February 16, 2012 at 12:43 pm #

    heh wong koment kok dibilang provokasi. jok gampang picik pandangan kowe. ga opo opo konge.

    [Reply]

Leave a Reply