Jeda Lebaran, Pengerjaan Stadion Terganggu

Sampai saat ini, pengerjaan stadion Letjen H Soedirman Kota Bojonegoro hingga kini masih berlangsung, walaupun tersendat. Bahkan, pemasangan tiang panjang lampu stadion kebanggaan warga Bojonegoro itu terancam mandek saat H-7 hingga H+7. Sebab, pada waktu itu alat berat dan juga kendaraan besar dilarang masuk kota.

Data yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Jumat (27/8/2010) menyebutkan, jika hingga H+7 pasca lebaran, pihaknya sedang mengerjakan pemasangan rumah genset dan juga perbaikan sejumlah ruangan. “Itu termasuk pembangunan instalasi kabel dan juga pengerjaan jenis kecil lainnya,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Bojonegoro, Andi Tjandra.

Diterangkan, jika harus menunggu sampai dengan akhir arus balik, maka pengerjaan stadion akan terseok-seok. Sehingga, daripada harus menunggu lama, maka lebih baik mengerjakan yang bisa dicapai. “Nanti untuk pengerjaan tiang pancang, kemungkinan besar akan dimulai pertengahan September mendatang. Atau kemungkinan menjelang akhir September,” lanjutnya.

Sebab, pada saat itu dropping besar-besaran untuk tiang pancang baru bisa dilakukan, khususnya penggunaan anggaran pada tahap pertama yang Rp 4 miliar. Setelah itu, baru dikerjakan lagi pemasangan lampu dan kelengkapannya dengan total anggaran Rp 4,5 miliar yang sudah dianggarkan di PAPBD tahun 2010 ini. “Semoga saja tidak ada masalah yang serius. Dan kedepannya akan bisa dilakukan pembenahan-pembenahan,” tambahnya.

Selain lampu, ada dana Rp 530 juta untuk pengerjaan penambahan bangku stadion, renovasi lantai press dan juga beberapa ruang lainnya. “Kami tetap yakin, jika pemasangan lampu yang standart Badan Liga Indonesia (BLI) akan bisa rampung dalam waktu dekat,” lanjutnya. Kalaupun tidak bisa sampai akhir September, maksimal pertengahan Oktober sudah bisa dipakai dan ready. Sehingga, untuk laga home awal saja yang belum bisa di Bojonegoro. (dul/kun/beritajatim.com)