Juara Sejati

Final Divisi Utama: Persibo vs Deltras 3-1
Persibo Bojonegoro berhasil menundukan Deltras Sidoharjo melalui adu pinalti 3-1, pada final Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Sabtu.

Adu pinalti tiga gol asal tim Persibo dihasilkan oleh Victor Da Silva, Nurhidayat, Jajang Paliama, sedangkan pemain Persibo Abel Cielo tembakan gagal menghasilkan gol.

Satu satu gol yang dihasilkan tim Deltras Sidoarjo dalam adu pinalti pemain nomor punggung 14 Fahmi Amirudin, sedangkan tiga pemain lainnya Satyo Husodo, Wahyu Gunawan dan Ervan Fabianto tembakannya gagal menghasilkan gol sehingga kedudukan 3-1 untuk Persibo.

Pertandingan antara tim Persibo melawan Deltras yang dipimpin wasit Mulyadi asal Jakarta berlangsung seru saling menyerang antara kedua kesebelasan.

Pada babak pertama tim Persibo yang dikomandani Viktor Da Silva kelihatan menguasai lapangan pertandingan dibanding lawannya, Deltras. Ada sejumlah peluang yang diciptakan kesebelasan tersebut.

Namun, tim asal Bojoneggoro tersebut selalu dapat gagal oleh barisan pertahanan Deltras yang kelihatan disiplin menjaga lawan sehingga kedudukan tetap 0-0.

Pertandingan memasuki babak kedua antara Persibo melawan Deltras kelihatan seru dan enak ditonton. Mereka saling menyerang untuk dapat memenangkan babak final Divisi Utama Liga Indonesia itu.

Namun, pada babak kedua hingga wasit Mulyadi meniup panjang tanda pertandingan babak kedua selesai kedudukan masih sama kuat 0-0.

Pertandingan Final Divisi Utama antara Persibo melawan Deltras tersebut harus melalui perpanjangan waktu dua kali 15 menit, tetapi kedudukan tetap sama kuat.

Pertandingan tersebut seharusnya tidak harus melalui adul pinalti jika perpanjangan waktu 15 menit kedua, gol Persibo tidak dianulir wasit karena berbau offside.

Gol yang melalui sundulan kepala pemain Persibo nomor punggung 9 Busari terjadi pada menit awal perpanjangan waktu 15 menit kedua.

Menurut Pelatih Persibo Bojonegoro Sartono Anwar, pertandingan seharusnya tidak harus melalui adu pinalti karena gol Busari pada menit awal perpanjangan waktu 15 menit kedua tidak ofside.

“Kami tetap bangga bisa memenangkan pertandingan 3-1, meski melalui adu pinalti,” kata Sartono.

Menurut Sartono, permainan anak-anak dapat berkembang dan dapat menguasai pertandingan. Kekompakan tim sangat penting sehingga Persibo dapat menang.

Sartono sangat gembira atas prestasi yang diraih anak asuhnya. Kunci kemenangan Persibo, kata dia adalah sabar. “Anak-anak sabar, nggak terpancing emosinya,” katanya seusai pertandingan.

Sementara manajer Persibo, Taufik Risnendar menganggap timnya sebagai juara sejati. “Persibo layak disebut sebagai juara sejati. Sebab para pemain berhasil melewati berbagai ujian di musim ini. Tadi itu gol dibilang offside. Ada pemain lawan yang handsball di area kotak terlarang dibiarkan, tak ada hukuman penalti. Meski demikian anak-anak tetap sabar. Terima kasih kepada semua elemen Persibo yang mendukung perjuangan kami. Suporter, pemerintah setempat, dan warga Bojonegoro, terima kasih semuanya,” katanya.