Kalah Tipis

Piala Indonesia: Persik vs Persibo 1-0
Persibo Bojonegoro harus menunda hasratnya untuk lolos ke putaran 16 besar Piala Indonesia. Bertanding di Stadion Brawijaya Kediri, Persibo dipaksa takluk 1-0 melalui gol yang dicetak striker asing asal Korea Selatan, Han Jiho. Dengan hasil ini Persibo masih tertahan diperingkat dua dan harus melakoni laga hidup mati melawan tuan rumah PSBI Blitar yang tadi sore juga menang atas Persitara 3-2 rabu nanti.

Bermain dengan dukungan penuh dari ribuan Persikmania, Persik berhasil mengungguli tim tamunya melalui gol pada menit ke-45. Pemain tengah Persik asal Korea Selatan ini merobek gawang Persibo melalui tendangan dari dalam kotak penalti, memanfaatkan umpan bola mati dari Legimin Rahardjo.

Wasit M Safei yang memimpin pertandingan belum meniup peluit tanda permainan berlanjut pasca jeda terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh pemain Persibo. Namun, tiba-tiba Legimin yang dipasang untuk mengeksekusi tendangan bebas bagi Persik telah memberikan umpan kepada Han Jiho yang berdiri berhadapan dengan kiper.

Han Jiho sempat berjibaku dengan penjaga gawang Heri Prasetyo yang jatuh bangun membendung bola seorang diri tanpa bantuan dari satupun pemain belakang Persibo. Gol Persik mendapat protes keras dari para pemain tim berjuluk “Angling Darmo”. Meski demikian, wasit tetap mengesahkan gol tersebut.

Pelatih persibo Sartono Anwar menerima kekalahanya di Kediri dengan santai. “Kita tidak menghiraukan apakah pertandingan nanti akan kalah atau menang. Yang terpenting kita telah menunjukkan permainan yang terbaik. Kekalahan ini bukan karena kesalahan pemain, saya tidak akan menyalahkan pemain,” ujar Sartono.

Ditanya mengenai gol persik yang dianggap sejumlah pemain PSBI kontrovesial, Sartono tidak mau berkomentar. “Ya sudah, meskipun kita tidak menerima, toh juga tidak akan merubah keadaan,” cetus Sartono.

Sementara itu, Purwanto mantan wasit nasional mengatakan tidak ada aturan yang mengharuskan wasit meniup peluit untuk menandai pemain memulai melakukan tendangan bebas.

“Pintar-pintarnya pemain saja memanfaatkan peluang yang ada, ketika pemain lawan sedang lengah,” ujarnya.(wdi/bbs)