Keberatan Kompetisi Dihentikan

Liga Indonesia Divisi utama 2008/2009Persibo Bojonegoro keberatan dengan rencana dihentikannya laga-laga kompetisi Liga Indonesia, termasuk Divisi Utama, selama musim kampanye hingga hari H Pemilu 2009 (16 Maret-9 April). “Kalau pertandingan ditiadakan selama kampanye, tentunya jadwal akan molor lagi dan imbasnya gaji akan naik,” ungkap Asisten Manajer Persibo Bojonegoro Bidang Keuangan Abdul Mun’im kemarin (13/3).

Dia mengungkapkan, untuk membayar gaji pemain, setiap bulannya manajemen paling tidak mengeluarkan biaya Rp 400 juta. Jika selama kampanye dan pemilu kompetisi dihentikan, anggaran Persibo yang diestimasi sampai Mei bisa bertambah. “Ini sangat membebani klub Persibo,” tegasnya.

Itupun, lanjut dia, belum termasuk pembatalan sejumlah rencana laga away. Sebab, saat ini semua akomodasi untuk away di di Gorontalo dan Bolaang Mangondouw sudah dilakukan. “Kalaupun dibatalkan tentunya uang yang sudah kami bayar akan hangus dan ini betul-betul merugikan,” tandasnya.

Karena itu, kata Mun`im, dalam pertemuan manajer-manajer tim Liga Indonesia dan aparat keamanan bersama BLI di Sheraton Hotel Surabaya hari ini, Persibo akan meminta agar kompetisi tidak dihentikan. Sebab, jika dihentikan banyak klub yang rugi. “Bukan hanya Persibo, tapi semua klub akan sama seperti itu (rugi),” imbuhnya

Dia mengungkapkan, sebelumnya BLI juga telah menunda pelaksanaan kompetisi Divisi Utama. Dalam jadwal awal, kompetisi Divisi Utama berakhir Februari. Tapi, menjelang putaran kedua jadwal diubah dan berakhir pada pertengahan Mei. “Itu saja sudah menyusahkan kami,” tegasnya.

Mun`im menambahkan, paling tidak tambah harus ada solusi atau jalan keluar agar kompetisi tetap jalan. Karena itu, pertemuan manajer klub ini harus satu kata, yakni meminta kompetisi tetap dilanjutkan. “Ini sudah tak bisa ditawar-tawar lagi,” tegasnya. (ade/rb)