Kekalahan Dramatis

Laga lanjutan Liga Jatim VIII dalam merebut Piala Gubernur Jawa Timur 2009 antara Kesebelasan PSBI Blitar dengan Persibo Bojonegoro diwarnai aksi tawuran. Kepemimpinan wasit Musafak asal Surabaya yang cenderung membela PSBI membuat pemain Persibo tersulut emosinya.

Di babak pertama, tiga orang pemain terpaksa diusir dari lapangan hijau Stadion Brawijaya, Kediri oleh wasit. Mereka adalah Andri Budianto dari PSBI setelah terlibat aksi saling pukul bersama Piere Sah Kolie, pemain Persibo Bojonegoro. Bahkan, pertandingan sempat diskors selama 1 menit, dan ofisial turun ke lapangan untuk meminimalisir keadaan.

Tidak lama berjalan, wasit Musafak harus kembali merogoh kartu merah dari sakunya dan diberikan kepada M. Hamzah, pemain asal Persibo Bojonegoro usai melakukan pelanggaran keras terhadap Ranu Trisasongko, pemain PSBI Blitar.

PSBI Blitar berhasil unggul sementara atas Persibo 1-0. Gol terjadi di menit ke-10 diperoleh oleh JWOS Daniel setelah memanfaatkan bola liar di mulut gawang yang dijaga oleh kiper Persibo Bojonegoro, Heri Prasetyo.

Bermain dengan hanya dengan 9 pemain, tidak membuat semangat anak-anak Bojonegoro ini melemah, mereka bermain lebih terorganisir dan menguasai jalannya pertandingan. Di akhir babak pertama, usaha mereka membuahkan hasil. Melalui tendangan keras Busari di menit ke-34, Persibo berhasil menyamakan kedudukan 1-1. Skor imbang itu bertahan hingga babak pertama usai.

Dibabak kedua, Persibo bermain lebih agresif, berawal dari tendangan gawang dari Heri Prasetyo ke Busari, dengan tenangnya pemain bernomor punggung 9 ini mengecoh pemain belakang dan kiper PSBI membuat kedudukan berbalik 1-2 untuk Persibo.

Namun dimenit-menit akhir melalui serangan balik, PSBI membuat 2 gol yang membalik kedudukan 3-2 untuk kemenangan PSBI. Dengan hasil ini PSBI dipastikan lolos ke 8 besar sedangkan Persibo harus melakoni duel hidup mati melawan Persik Kediri tanggal 29 September nanti.