Ketum Persibo Tetap Minta Aktif Tersangka Korupsi

Ketua Umum Persibo Letkol Inf Taufik Risnendar menunggu surat penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana di organisasinya. Menurut dia, manajemen tim akan mengikuti proses hukum yang berlangsung.

“Hingga saat ini saya belum bertemu dengan nama-nama pengurus di jajaran manajemen yang ditetapkan sebagai tersangka,” kata pria yang juga menjadi manajer Persibo tersebut.

Seperti diberitakan, kejari menyebut tiga nama tersangka dalam kasus dugaan laporan fiktif dana Persibo. Mereka adalah pengurus yang pernah diperiksa kejari.

Sementara saksi yang sebelumnya dipanggil kejari adalah Asisten Manajer Bidang Teknik Persibo Imam Sardjono, pengurus harian Pengcab PSSI Bojonegoro Abdul Cholik, dan Bendahara Persibo Abdul Mun’im. Kemudian, Bendahara KONI Bojonegoro Yarmanu, mantan Kabag Keuangan Pemkab Bojonegoro M Zaenuri, dan mantan Sekkab Bambang Santoso, serta Sekretaris KONI Bojonegoro Sahari. “Ketiga tersangka tersebut Imam Sarjono, Abdul Mun’im dan Abdul Cholik. Saya sudah mendapatkan keterangan dari berbagai pihak atas ketiga nama tersangka tersebut,” ujar Taufik.

Disinggung kemungkinan menonaktifkan tiga pengurus yang disebut kejari menjadi tersangka, Taufik menyatakan belum mengarah ke langkah tersebut. Dia masih terus memantau perkembangan dari kasus itu. Di saat kompetisi divisi utama memasuki masa rehat, lanjut dia, manajemen akan konsentrasi mengikuti proses hukum yang dijalani dalam kasus penyelewengan dana APBD 2008 itu.

“Ketika kompetisi (putaran kedua) bergulir, harapannya dapat juga mendampingi pemain untuk melanjutkan pertandingan, agar tidak berpengaruh pada performa pemain,” ujarnya.

Dia berharap kondisi manajemen tim tidak goyah. Menurut Taufik, ketiga tersangka tersebut memiliki posisi strategis dalam kepengurusan Persibo. “Saya berharap agar tidak berpengaruh pada kondisi tim,” harapnya.

Taufik juga mengaku mendukung langkah kejari untuk meneruskan proses hukum terhadap ketiga tersangka tersebut. Pengungkapan dugaan korupsi ini dinilai mendapat atensi dari masyarakat. “Sebab itu kan uang negara,” katanya saat dikonfirmasi melalui ponsel.

Dalam waktu dekat ini, Taufik berencana mendatangi kejari untuk meminta kejelasan atas pengungkapan dugaan korupsi yang menyeret tiga tersangka dari pengurus Persibo tersebut. Dia juga akan mengumpulkan sejumlah pengurus manajemen klub kebanggaan warga Kota Ledre tersebut. Termasuk, ketiga tersangka tersebut.

Sementara Abdul Mun’im mengakui dirinya menjadi salah satu tersangka dalam kasus dana Persibo. Namun, dia menganggap penetapan tersangka itu masih wacana. “Tetap mematuhi proses hukum,” katanya saat dikonfimasi secara terpisah.

Mun’im bahkan masih tetap bisa tersenyum menghadapi kasus ini. “Kan saya tidak menggunakan uang, sebab masih ada yang berwenang,” ujarnya.

Ditanya siapa yang berwenang, Mun’im tidak mau membeberkannya. Rencananya, minggu depan kejari mulai memanggil sejumlah saksi atas penyidikan perkara tersebut. Kejari telah memberikan sprint penyidikan terhadap empat jaksa penyidik. Mereka adalah Sigid Januaris Pribadi, Abdul Munib, M Effendi, dan Nur Aini. Penyidikan kasus ini displit menjadi dua berkas. (tis/rij/jpnn)