Kirimi Surat Komdis PSSI, Berharap Keringanan Hukuman

Persibo Bojonegoro berusaha mendapatkan keringanan hukuman dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Manajemen tim berjuluk Laskar Angling Dharma itu telah mengirimkan surat klarifikasi terkait laga Persibo menjamu Persema Malang beberapa waktu lalu. Laga yang diwarnai kekisruhan di lapangan itu berbuntut sanksi denda Rp 20 juta dan larangan menggelar satu kali laga dengan disaksikan penonton.

”Kami langsung balas surat (Komdis PSSI) tersebut,” kata Manajer Persibo Letkol Inf Dadang Hendrayudha.

Menurut dia, manajemen tim telah menggelar rapat terkait putusan komdis itu kemarin (20/3) pagi di ruang dinasnya sebagai Dandim 0813. Pertemuan tersebut juga dihadiri panpel dan Presiden Boromania Abdul Karim.

”Kami memang sudah menerima surat dari Komdis PSSI,” kata Dadang.

Dia menuturkan, surat itu diterimanya kemarin pagi. Dalam surat tersebut disebutkan Persibo tidak boleh melakukan banding terhadap putusan komdis. ”Yang jelas keputusan ini sepihak,” ujarnya.

Dadang mengakui manajemen tim pernah diundang komdis terkait sidang kasus tersebut. Surat undangan itu datang pada 17 Maret lalu melalui faksmili. Namun, malam hari. Sementara sidangnya digelar keesokan harinya.

Manajemen tim baru membaca surat undangan itu pada 19 Maret lalu. Sebab, pada 18 Maret lalu mes libur. ”Sehingga kita gak sempat hadir,” katanya.

Karena belum pernah keterangan terkait kejadian di laga Persibo versus Persema, lanjut dia, manajemen tim dan panpel mengirimkan surat berisi klarifikasi kepada komdis yang ditembuskan ke direktur BLI. Harapannya, komdis memberikan keringanan hukuman kepada Persibo.

Menurut Dadang, manajemen tim mengakui kesalahan terkait adanya insiden pelemparan benda keras yang menyebabkan offisial tim Persema terluka. Sebab, tindakan pelemparan yang dilakukan penonton itu tidak dibenarkan sesuai peraturan pertandingan. ”Termasuk juga penonton masuk lapangan dan itu yang terjadi,” ujarnya.

Insiden itu, kata Dadang, menjadi pelajaran berharga bagi insan sepak bola di Bojonegoro. ”Sebelumnya kita kan juga pernah dihukum meski hanya denda saat pertandingan Copa melawan Persik Kediri,” imbuhnya.

Dadang menjelaskan, sanksi itu merupakan kerugian besar bagi masyarakat Bojonegoro secara umum. ”Tim dan panpel kan juga dirugikan,” katanya.

Dia menuturkan, pasca kejadian itu, pihak manajemen telah melakukan berbagai langkah preventif dengan mengadakan pembinaan suporter. Pembinaan itu bakal terus dilakukan beberapa hari ke depan.

Sementara itu, Boromania mengaku terkejut dengan putusan Komdis PSSI yang menjatuhkan denda Rp 20 juta dan laga melawan Perseman Manukwari 6 Mei mendatang digelar tanpa penonton. ”Kami tidak menyangka sanksi akan seberat ini,” kata Abdul Karim kepada Radar Bojonegoro.

Menurut dia, pelemparan yang dilakukan penonton sebagai reaksi dari provokasi yang diberikan ofisial tim Persema. Mestinya, kata Dul, ofisial Persema juga diberikan hukuman berat. ”Kalau ini malah kita yang dihukum berat,” ujarnya. (ade/jpnn)