Komitmen dan Kesetiaan Seorang Varney Pas Boakay

Uang Penting, tapi Sukses Persibo Lebih Utama

Kontribusi dan loyalitasnya kepada Persibo Bojonegoro sangat baik. Varney Pas Boakay, 26, striker asal Liberia, adalah salah seorang pemain idola Boromania — julukan suporter Persibo. Mengapa dia bermain all out untuk klub yang baru didirikan tahun 2000 tersebut? Inilah penuturannya kepada Haor Rahman Dwi Saputra, wartawan Surabaya Post.

varney p boakai

Saya kadang merenung, apa sebenarnya yang saya cari dari klub kecil Persibo Bojonegoro. Klub ini masih sangat muda, baru berusia 9 tahun, didirikan tahun 2000. Tapi, saya justru sangat betah bergabung klub ini.

Sudah tiga musim saya memperkuat tim yang bermarkas di Untung Suropati Bojonegoro ini. Saya bergabung sejak 2006 ketika Persibo masih ditangani pelatih Hanafi. Waktu itu kami masih berkutat di Divisi Satu. Pemain asing mana yang mau pergi dari negaranya hanya untuk memperkuat klub yang tergolong kecil ini? Apalagi waktu itu saya masih relatif muda, 23 tahun. Saya lahir 16 Januari 1983, berasal dari Liberia (negara asal mantan bintang AC Milan, George Weah).

Memperkuat klub kecil tentu dibayar tidak tinggi. Tapi, bukan itu yang saya cari. Memang, uang penting untuk memenuhi kebutuhan hidup, tapi jika hanya mencari uang, saya tidak perlu pergi jauh-jauh dari Liberia hanya untuk bermain di kompetisi kasta kedua.

Yang saya inginkan adalah prestasi! Ya, berprestasi bersama Persibo tentunya. Sebagai pemain sepakbola, andil mengantarkan tim dari bawah menuju kesuksesan tentu sangat membanggakan. Itulah yang ingin saya gapai bersama Persibo!

Bermain bersama Persibo sangat menyenangkan. Kita semua tahu, suatu pekerjaan akan terasa sangat nikmat jika dikerjakan dengan hati senang. Walaupun kaki sangat berat diangkat, jika kita penuh tawa, kaki akan sangat ringan untuk berlari.

Selama ini saya tidak pernah mengeluh tinggal di Bojonegoro. Dukungan Boromania (julukan suporter Persibo) yang begitu hangat, persaudaraan yang sangat tinggi bersama 23 pemain, dan pelatih yang selalu mendukung karier sepakbola saya, membuat saya serasa berada di kampung halaman sendiri.

Yang paling membuat saya betah, di klub ini tidak ada istilah pemain asing. Semuanya sama. Saya sangat menikmati tinggal di sini. Meski demikian, saya tentu mempunyai cita-cita dalam karier saya. Saya tidak bisa selamanya berada di Persibo. Ada saatnya saya harus pindah. Bisa saja musim depan. Tapi saya yakin, dengan atau tanpa saya, Persibo akan tetap berprestasi.(sbp)

Image : Ongisnade.Net