Lebih Irit Bila Masuk Wilayah Tengah

Rencana mundurnya Persis Solo dari kompetisi divisi utama bisa merubah pembagian grup. Namun, manajemen Persibo Bojonegoro tidak terlalu berharap timnya bisa masuk wilayah tengah pasca mundurnya Persis tersebut.

“Kita tidak terlalu berharap,” kata Manajer Persibo Letkol Inf Taufik Risnendar.

Jika memang Persis mundur, maka jumlah peserta di wilayah tengah bakal berkurang satu. Secara geografis, Persibo berpeluang masuk ke wilayah tengah dibandingkan klub divisi utama dari Jawa Timur lainnya.

Taufik menjelaskan, di wilayah tengah atau timur, tidak ada masalah bagi Persibo. Tim berjuluk Laskar Angling Dharma ini siap menjalani kompetisi.

Informasi yang diperoleh wartawan koran ini menyebutkan, kompetisi divisi utama bakal dibagi tiga wilayah. Yakni, wilayah barat bagi tim asal Sumatera dan sebagian Jawa Barat. Wilayah tengah bagi klub dari sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah. Serta, wilayah timur dihuni tim dari Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

“Kita hanya usul secara lisan agar dua klub Kalimantan dimasukkan wilayah tengah demi pemerataan,” kata Taufik.

Dia mengakui apabila Persibo masuk wilayah tengah, maka bakal lebih irit biaya. Alasannya, jarak dan letak geografis dengan klub lainnya lebih mudah dijangkau.

Pria yang juga komandan Kodim 0813 itu menambahkan, saat ini perhitungan anggaran Persibo untuk berkompetisi di wilayah timur. Menurut dia, hampir Rp 2 miliar dana untuk keperluan Persibo selama menjalani tur away. “Sebab biaya pesawat cukup mahal sampai ke Sulawesi, Papua, dan Kalimantan. Belum akomodasi hotelnya,” ujarnya. (ade/jpnn)