Main Lepas Tanpa Beban

Copa IndonesiaSriwijaya FC Palembang sama sekali tak meremehkan lawan yang akan mereka hadapi di babak 8 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009, Persibo Bojonegoro. Meski berstatus tim Divisi Utama, namun Persibo telah membuktikan sebagai tim yang harus diperhitungkan. Mereka dinilai sebagai ‘kuda hitam’ yang bisa menjadi batu sandungan tim-tim favorit.

Hanya, Sriwijaya FC tetap diunggulkan bakal tak kesulitan mengatasi Persibo saat kedua tim bertemu di laga pertama 8 Besar di di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Kamis (28/5). Pasalnya, Laskar Wong Kito bermain di hadapan pendukungnya. Dari segi apa pun, mereka masih satu tingkat di atas Persibo.

Meski sangat diunggulkan, namun pelatih Rahmad Darmawan tak jumawa. Ia menilai Persibo tetap harus diwaspadai, terutama lini depan yang mengandalkan Samsul Arif dan Varney Pas Bokay.

“Saya kira Syamsul Arif tetap akan menjadi pemain berbahaya sehingga kami harus memperhatikannya. Di samping itu masih ada Varney Pas Boakay yang cukup istimewa. Kendati tidak menerapkan man to man marking, tapi keduanya wajib diwaspadai.” kata Rahmad.

Dalam laga itu, Sriwijaya FC dipastikan tidak bisa menurunkan empat pemain andalan, Budi Sudarsono, Ngon A Djam, Ambrizal dan Tony Sucipto. Absennya Budi yang mendapat kartu merah saat menghadapi Persib Bandung dan Ngon A Jam karena akumulasi kartu kuning bakal mempengaruhi lini depan Sriwijaya FC. Sementara, Ambrizal mendapat sanksi tidak boleh bermain di dua pertandingan dan Tony bergabung dengan tim nasional U-23.

Terpisah, Persibo akan tampil tanpa beban. Mereka menyadari tak dunggulkan saat menghadapi Sriwijaya FC. Apalagi, Persibo bermain di kandang lawan.

“Kami justru tak terbebani. Ini membuat kami bisa bermain lepas,” kata Samsul yang mengaku tak mudah menembus pertahanan Sriwijaya FC yang dikawal bek tangguh Charis Yulianto.

“Dia sulit dilewati. Saya pernah berhadapan dengan dia di Piala Kemerdekaan. Saya akan berusaha semaksimal mungkin. Bila membuat kejutan di 8 Besar, nama Persibo akan makin dikenal,” jawabnya.

Persibo menjadi satu-satunya tim Divisi Utama yang masih bertahan di Copa Dji Sam Soe Indonesia. Meski kompetisi sudah selesai, para pemain tetap dipertahankan sampai Juni mendatang.

“Kontrak kami sesungguhnya sudah selesai. Karena Persibo masih bertahan di Copa Dji Sam Soe Indonesia, manajemen memutuskan memperpanjang sampai Juni dengan sistem gaji bulanan. Ini membuat tim lebih mudah berkonsentrasi,” ujar Samsul. (dss)