Manajemen Ikut Urunan Bayar Denda

Meski penyelenggaraan pertandingan Persibo telah diswastakan, manajemen tim berjuluk Laskar Angling Dharma itu tetap menanggung beban dari sanksi yang dijatuhkan PSSI kepada panpel. “Kita ikut mbayari Rp 10 juta,” kata Manajer Persibo Letkol Inf Taufik Risnendar.

Dia menuturkan, ikut urunannya manajemen tim merupakan salah satu solusi agar Persibo bisa bermain di kandang lagi. Menurut Taufik, upaya yang dilakukan dengan meminta Sukur Priyanto, pelaku penyulutan kembang api, untuk ikut membayar denda Rp 20 juta gagal. Sehingga, manajemen kemudian ikut turun tangan.

Bukankah itu tanggung jawab panpel sebagai penyelenggara? “Ini agar Persibo bisa bermain lagi,” jawabnya.

Seperti diberitakan, komdis PSSI menjatuhkan sanksi denda Rp 20 juta kepada panpel Persibo yang dianggap tak mampu menyelenggarakan pertandingan dengan tertib, nyaman, dan aman. Sebab, salah satu laga Persibo diwarnai penyulutan kembang api yang dilakukan Wakil Ketua DPRD Sukur Prianto. Sukur sendiri akhirnya dijatuhi sanksi tak boleh menyaksikan pertandingan sepak bola selama enam bulan.

Menurut Taufik, panpel keberatan apabila harus menanggung denda Rp 20 juta. Sementara manajemen tim perlu segera mendapat kejelasan terkait pembayaran denda itu. Jika tidak membayar denda, maka Persibo bisa disanksi lagi. “Ya tak bisa main di kandang,” ujarnya.

Selain ikut urunan membayar denda, manajemen tim Persibo juga menurunkan kompensasi pembayaran hasil penyelenggaraan pertandingan. Menurut Taufik, jika semula panpel diminta setor ke Persibo Rp 60 juta per pertandingan, maka sekarang jumlahnya tinggal separo. (ade/jpnn)