Manajemen Persibo Tetap Berdiri Sendiri

Manajemen Persibo Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), tetap berdiri sendiri, tidak akan melakukan merger dengan klub sepak bola lain, dalam menghadapi kompetisi mendatang.

Ketua Umum Persibo Bojonegoro, Taufik Risnendar, Kamis mengatakan, selama ini, merger klub, tidak pernah masuk dalam perhitungan pertimbangan manajemen. Alasannya, Persibo memiliki cita-cita bisa berdiri sendiri, sehingga ke depan bisa menjadi kebangaan warga Bojonegoro.

Sebelum ini, katanya, pernah muncul tawaran dari beberapa klub sepak bola untuk merger dengan Persibo. Namun, tawaran merger yang datang dari klub sepak bola Liga Super Indonesia (ISL) dan Divisi Utama dari Jatim tersebut ditolak.

Bahkan, lanjutnya, tawaran merger juga pernah datang langsung dari konsorsium LPI yang juga terpaksa ditolak. “Kita tetap berpikir bahwa Persibo adalah satu dan tetap Persibo,” tegasnya.

Menurut dia, salah satu usaha yang sudah berjalan untuk mempertahankan identitas Persibo yakni dalam melaksanakan seleksi, pelatih diminta merekrut para pemain Persibo U 21.

Adanya proses rekrutmen pemain Persibo U 21, akan memberikan semangat kepada para pemain asli Bojonegoro yang selama ini, mengikuti kompetisi internal Persibo.

Ia menjelaskan, manajemen terus berusaha melakukan pembenahan kekurangan yang ada, untuk persiapan menghadapi kompetisi mendatang dan berkonsentrasi mengikuti verifikasi yang diselenggarakan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

“Harapan kita semua, Persibo bisa lolos verifikasi level satu,” katanya menegaskan.

Dalam keterangannya, Ketua Umum PSSI, Arifin Djohar menyebutkan, ada sepuluh klub yang sudah masuk kategori profesional, di antaranya dari LPI ada empat klub, salah satunya Persibo.(antara)